17 Dec 2025
Arsitek Terkemuka ASEAN Berkumpul di Jakarta dalam Simposium: ‘Shaping Resilient Future: Heritage and Modernity in Steel Architectural Design’
Arsitek Terkemuka ASEAN Berkumpul di Jakarta dalam Simposium: ‘Shaping Resilient Future: Heritage and Modernity in Steel Architectural Design’
Share:
November 2025, Jakarta menjadi tuan rumah simposium “Shaping Resilient Future: Heritage and Modernity in Steel Architectural Design.” Acara ini mempertemukankatan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Malaysian Institute of Architects (PAM), Association of Siamese Architects under Royal Patronage (ASA), University of Architecture Ho Chi Minh City (UAH), AustCham Singapore, dan BlueScope dalam kolaborasi regional untuk mengeksplorasi bagaimana arsitektur baja dapat menjembatani warisan budaya dan inovasi modern. Dalam acara ini, diumumkan juga akan adanya ASEAN Steel Architectural Awards 2026, sebuah program yang diadakan oleh BlueScope setiap dua tahun sekali sejak 2024.
Kehadiran Ar. Nick Sissons, AIA, RIBA sebagai perwakilan dari Glenn Murcutt Architecture Foundation Australia menjadi salah satu sorotan utama dalam simposium ini. Yayasan yang lahir dari pemikiran Glenn Murcutt AO, satu-satunya arsitek Australia peraih Pritzker Prize ini dikenal dengan pendekatan desain yang peka terhadap konteks budaya dan berorientasi pada keberlanjutan. Kehadiran Ar. Nick Sissons, AIA, RIBA memberi kesempatan bagi hadirin untuk belajar langsung dari pemikiran sang maestro arsitektur, Glenn Murcutt.
Pada kesempatan ini, keynote speaker, Ar. Steve Woodland (BArch FRAIA AIUS MDIA), Creative Director di COX Architecture juga memberikan pandangan yang lebih luas mengenai arah perkembangan desain dari Australia dan berbagai belahan dunia. Dengan pengalaman profesional lebih dari 45 tahun serta keterlibatan dalam sejumlah proyek arsitektur terkemuka di tingkat nasional maupun internasional, ia mengulas bagaimana arsitektur baja terus beradaptasi untuk menjawab kebutuhan hidup modern melalui solusi yang lebih fleksibel dan inovatif.
Serangkaian panel diskusi menghadirkan percakapan yang kaya perspektif, mulai dari Ar. Kulthida Songkittipakdee dari Jenchieh Hung + Kulthida Songkittipakdee / HAS design and research (Thailand), Eng. Do Huu Nhat Quang, Co-Founder & Managing Director GreenViet (Vietnam), Ts. Leong Sai Pink, Head of Sustainability Unit di Gamuda Land (Malaysia), hingga Ar. Budi Pradono, Founder budi pradono architects a+u (Indonesia). Diskusi ini dipandu oleh Ar. Intanon Chantip, Founder INchan-atelier (Thailand), yang membawa alur percakapan tetap dinamis.
“Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kolektif untuk menghadirkan desain yang tangguh, kaya akan konteks budaya, dan visioner di tingkat regional,” ujar Ar. Budi Pradono, tokoh senior IAI.
Dengan kehadiran sekitar 150 delegasi dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Australia, simposium ini memperkuat jejaring arsitektur regional sekaligus membuka ruang berbagi pengetahuan yang inspiratif.
Tonton rekaman ASEAN Steel Architectural Symposium 2025 di sini

