Bagaimana ICE BSD Membentuk Convention Hall yang Fleksibel dan Ikonik?

07 Oct 2026

Bagaimana ICE BSD Membentuk Convention Hall yang Fleksibel dan Ikonik?

Share:

Desain convention hall perlu menjawab dua kebutuhan sekaligus: ruang berskala besar yang mudah beradaptasi dan pengalaman pengguna yang tetap jelas saat ribuan orang bergerak dalam waktu bersamaan. 

Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD memperlihatkan pendekatan tersebut melalui bentang luas, tata ruang serbaguna, dan atap multi-convex yang membentuk identitas bangunan. 

ICE berada di BSD City pada area sekitar 22 hektare. Kompleks ini memiliki 10 exhibition hall dengan total luas 50.000 m², convention hall 4.000 m² yang dapat dibagi menjadi empat ruang, 33 meeting room, serta area pre-function yang luas. Skala tersebut membuat struktur, sirkulasi, utilitas, dan selubung bangunan perlu dikembangkan sebagai satu sistem.

 

Fleksibilitas Ruang Menjadi Dasar Perancangan

COLORBOND®_ICE_BSD_Tangsel (2).jpg

Convention hall digunakan untuk konferensi, pameran, gala dinner, hingga pertunjukan. Ruang karena itu perlu responsif terhadap perubahan konfigurasi acara.

1. Bentang Lebar Membuka Banyak Skenario

Pada desain convention hall, bentang luas membantu mengurangi elemen penopang di area utama sehingga panggung, seating, booth, jalur servis, dan area teknis dapat diatur lebih leluasa.

Pendekatan tersebut dapat dibandingkan dengan Quantis Club House, yang memperlihatkan hubungan bentang atap, area semi-outdoor, struktur, cahaya, dan pengalaman pengguna. Meski fungsi keduanya berbeda, fleksibilitas tetap menjadi prinsip penting pada bangunan komersial beraktivitas tinggi.

2. Pre-function Mengatur Transisi Pengguna

Foyer dan pre-function berperan dalam registrasi, antrean, networking, serta perpindahan menuju ruang acara. Hubungan entrance, hall, meeting room, servis, dan jalur keluar perlu mudah dibaca ketika beberapa acara berlangsung bersamaan.

Dalam desain convention hall, ruang transisi bukan sekadar area penghubung. Proporsi, jarak, orientasi visual, dan titik pertemuan pengguna perlu diperhitungkan agar alur acara tetap terasa teratur pada kondisi okupansi tinggi.

 

Atap Multi-Convex Membentuk Karakter ICE BSD

COLORBOND® Gull Grey Atap ICE BSD.jpg

Atap menjadi salah satu elemen visual terkuat pada ICE BSD. Geometrinya menaungi bentang besar sekaligus membentuk siluet yang mudah dikenali.

Geometri Atap Memerlukan Koordinasi Presisi

ICE BSD dirancang oleh COX Architecture dengan atap multi-convex berwarna Gull Grey. Untuk memastikan bentuk tersebut dapat diwujudkan, dilakukan mock-up skala 1:1 sebelum proses roll forming dan carving di lokasi.

Dalam desain convention hall, proses ini menunjukkan pentingnya menguji hubungan konsep dan konstruksi. Radius lengkung, panjang panel, arah pemasangan, sambungan, drainase, dan ekspansi termal perlu dipertimbangkan sejak tahap detail.

Pendekatan tersebut juga memperlihatkan bahwa bentuk ekspresif tidak harus dipisahkan dari logika konstruksi. Justru ketika geometri dan metode pemasangan dikembangkan bersama, arsitek memiliki kontrol lebih besar terhadap hasil akhir bangunan.

 

Kenyamanan dan Efisiensi dalam Desain ICE BSD

Bangunan convention hall memiliki volume besar dan pola penggunaan yang berubah. Strategi kenyamanan perlu menghubungkan material, selubung, dan sistem bangunan lainnya.

ICE BSD menggunakan COLORBOND® Steel warna Gull Grey pada atap. Pemilihan material perlu dibaca bersama insulasi, ventilasi, sistem mekanikal, orientasi, dan pola penggunaan ruang.

Prinsip tersebut sejalan dengan pembahasan mengenai prinsip arsitektur hijau, yang menempatkan efisiensi energi, respons terhadap iklim, kebutuhan pengguna, dan penggunaan material secara terukur sebagai bagian dari strategi desain.

Pada desain convention hall, pendekatan terintegrasi membantu menyeimbangkan skala ruang dengan kenyamanan pengguna. Teknologi pada material tetap perlu bekerja bersama sistem insulasi, mekanikal, struktur, dan pengelolaan ruang.

Gull Grey memberi karakter netral pada bidang atap yang ekspresif. Dalam desain convention hall, pilihan warna dapat membantu menjaga geometri sebagai fokus sekaligus membangun hubungan dengan fasad.

Referensi warna standar untuk atap dan dinding dapat digunakan untuk membandingkan karakter permukaan serta Solar Reflectance Index. Render, mock-up, dan visualisasi 3D juga membantu membaca perubahan warna akibat skala bidang serta pencahayaan.

 

Mengenal COLORBOND® Steel pada Bangunan Komersial

Pada tahap spesifikasi, material selubung perlu dinilai berdasarkan geometri, kondisi lingkungan, warna, dan cara pemasangannya.

COLORBOND® Steel merupakan material baja lapis warna dari BlueScope untuk aplikasi atap dan dinding. Pada 2026, material ini menandai 60 tahun sebagai merek global BlueScope. Pengembangannya mencakup Thermatech® Solar Reflectance Technology, Clean Technology, serta Super Polyester Paint System pada varian terkait.

Untuk bangunan komersial berskala besar, referensi material untuk aplikasi komersial dapat membantu arsitek membandingkan spesifikasi berdasarkan kondisi lokasi dan kebutuhan desain. Tahap ini penting agar pilihan material tetap selaras dengan geometri atap, karakter bangunan, serta kebutuhan konstruksi.

Pendekatan ini dapat dilihat pada proyek finalis dan pemenang Steel Architectural Award 2024: 

 

Apa yang Bisa Dipelajari dari ICE BSD?

ChatGPT Image 4 Jul 2026, 15.40.47.png

ICE BSD menunjukkan bagaimana skala besar tetap dapat terasa terorganisasi ketika struktur, sirkulasi, ruang transisi, atap, dan material dikembangkan dalam satu bahasa desain.

Bagi arsitek, desain convention hall idealnya dimulai dari skenario penggunaan. Bentang, modul ruang, akses servis, pre-function, akustik, pencahayaan, dan selubung bangunan kemudian dapat dikembangkan secara paralel.

Berbagai referensi proyek komersial juga dapat digunakan untuk membandingkan cara bangunan lain mengolah bentang, material, dan pengalaman pengguna.

Saat proyek memasuki tahap pengembangan profil, warna, serta aplikasi atap atau dinding, kebutuhan teknis dapat dibahas melalui konsultasi spesifikasi proyek bersama tim COLORBOND® Steel sesuai konteks desain dan kondisi lokasi.

 

FAQ tentang Desain Convention Hall

Apa yang dimaksud desain convention hall?

Desain convention hall adalah proses merancang fasilitas acara yang mengintegrasikan ruang utama, pre-function, meeting room, sirkulasi, area servis, struktur bentang lebar, akustik, pencahayaan, dan selubung bangunan.

Mengapa convention hall membutuhkan bentang lebar?

Bentang lebar memberi fleksibilitas layout dan membantu mengurangi gangguan elemen penopang di area utama. Konfigurasi dapat berubah mengikuti pameran, konferensi, pertunjukan, atau acara korporasi.

Mengapa area pre-function penting?

Pre-function menjadi ruang transisi untuk registrasi, antrean, networking, dan distribusi pengguna menuju hall. Ukuran serta posisinya perlu disesuaikan dengan kapasitas dan pola acara.

Apa yang menarik dari atap ICE BSD?

Atap ICE BSD memiliki geometri multi-convex berwarna Gull Grey. Proses desainnya melibatkan mock-up skala 1:1 untuk memastikan sistem rollforming dan curving dapat diterapkan sesuai bentuk yang direncanakan.

Apa pelajaran utama dari ICE BSD?

ICE BSD memperlihatkan bahwa desain convention hall dapat memiliki identitas kuat ketika fleksibilitas ruang, sistem bentang, atap, sirkulasi, dan detail material dikembangkan sebagai satu kesatuan.

 

Sumber Artikel

  1. Referensi artikel finalis SAA 2024
  1. Referensi Artikel related dari website COLORBOND® steel
  1. ICE BSD: Smart City dengan Arsitektur Berkelanjutan - Colorbond
  2. Indonesia Convention Exhibition (ICE) - Lysaght