31 Aug 2026
Gelora Bandung Lautan Api, Saat Atap Membentuk Arsitektur Stadion Modern
Gelora Bandung Lautan Api, Saat Atap Membentuk Arsitektur Stadion Modern
Share:
Dalam arsitektur stadion modern, atap tidak lagi dipandang hanya sebagai elemen yang menaungi tribun. Bentangnya yang luas, bentuk geometri nya, hingga pilihan material dapat menjadi bagian penting dari identitas sebuah stadion.
Pendekatan tersebut dapat terlihat pada Stadion Gelora Bandung Lautan Api atau GBLA, salah satu fasilitas olahraga berskala besar yang menjadi bagian dari lanskap Kota Bandung.
Dengan kapasitas besar dan komposisi bangunan yang monumental, GBLA membutuhkan penyelesaian arsitektur yang mampu menyatukan kebutuhan fungsi olahraga dengan ekspresi visual bangunan. Salah satu elemen yang paling mudah dikenali adalah bidang atapnya yang membentang mengikuti bentuk stadion.
Pendekatan ini berkaitan erat dengan desain struktur stadion modern yang memadukan bentang lebar dan material baja, terutama ketika area tribun membutuhkan perlindungan tanpa mengurangi keterbukaan visual menuju lapangan.
Stadion Modern Membutuhkan Lebih dari Sekadar Struktur Besar

Merancang stadion berbeda dengan merancang bangunan komersial atau fasilitas publik dalam skala yang lebih kecil. Ribuan pengguna dapat berada di dalam bangunan secara bersamaan, sementara area pertandingan perlu tetap memiliki keterbukaan visual yang baik.
Kondisi tersebut membuat arsitektur stadion modern membutuhkan koordinasi antara struktur, tribun, sirkulasi, atap, serta berbagai fasilitas pendukung.
1. Bentang Luas Membentuk Pengalaman di Dalam Stadion
Salah satu karakter utama stadion adalah kebutuhan menciptakan area yang luas dengan gangguan visual seminimal mungkin.
Pada area tribun, pandangan penonton menuju lapangan perlu menjadi bagian dari pertimbangan desain. Karena itu, struktur atap harus dirancang agar dapat menaungi area penonton sekaligus mengikuti sistem bentang yang telah direncanakan.
Atap kemudian bukan sekadar elemen terpisah yang diletakkan di atas stadion. Bentuknya berhubungan langsung dengan komposisi massa, struktur utama, serta pengalaman pengguna ketika berada di dalam bangunan.
Pendekatan serupa dapat dilihat pada GOR Djarum Magelang sebagai referensi bangunan olahraga, yang memperlihatkan bagaimana elemen atap dapat menjadi bagian dari keseluruhan karakter fasilitas olahraga.
2. Atap Menjadi Bagian dari Identitas Arsitektur
Jika dilihat dari kejauhan, bentuk atap sering kali menjadi salah satu elemen pertama yang memperlihatkan karakter sebuah stadion.
Hal tersebut terlihat pada Gelora Bandung Lautan Api. Bidang atap mengikuti komposisi oval stadion dan menciptakan garis horizontal yang menegaskan skala bangunan. Dari sudut pandang arsitektur, pendekatan seperti ini memperlihatkan bagaimana sistem penutup bangunan dapat ikut membentuk ekspresi keseluruhan desain.
Inilah salah satu karakter yang banyak ditemukan dalam arsitektur stadion modern, ketika struktur dan material tidak disembunyikan dari desain, tetapi justru menjadi bagian dari bahasa visual bangunan.
Berbagai referensi proyek infrastruktur dengan pendekatan material dan desain yang berbeda juga menunjukkan bahwa penyelesaian bidang atap dapat menyesuaikan karakter masing-masing bangunan.
Material Atap Perlu Mengikuti Karakter Proyek Stadion

Setiap stadion memiliki kondisi yang berbeda. Lokasi, tingkat paparan lingkungan, luas bidang atap, bentuk struktur, profil panel, hingga kebutuhan estetika dapat memengaruhi spesifikasi material.
Karena itu, proyek seperti Gelora Bandung Lautan Api dapat menjadi referensi mengenai penggunaan COLORBOND® Steel pada bangunan olahraga berskala besar, tetapi spesifikasi material untuk stadion lain tetap perlu ditentukan berdasarkan kebutuhan masing-masing proyek.
Dalam konteks tersebut, material untuk kebutuhan proyek infrastruktur perlu dipertimbangkan berdasarkan karakter bangunan dan lingkungan tempat proyek berada.
1. Kondisi Lingkungan Menentukan Spesifikasi
Lokasi merupakan salah satu faktor penting ketika menentukan material untuk arsitektur stadion modern.
Bangunan yang berada di kawasan perkotaan memiliki kondisi paparan yang berbeda dengan stadion yang dibangun dekat kawasan pesisir, area industri, maupun lingkungan dengan tingkat korosivitas tertentu.
Perbedaan tersebut perlu dipertimbangkan sejak tahap spesifikasi. Lapisan dasar, sistem cat, profil panel, detail sambungan, serta metode instalasi kemudian dapat diselaraskan dengan kondisi lingkungan proyek.
2. Profil dan Geometri Atap Tidak Bisa Dipisahkan
Pada stadion, luas bidang atap dapat mencapai skala yang sangat besar. Karena itu, pemilihan material perlu dilakukan bersamaan dengan perencanaan sistem profil dan struktur pendukungnya.
Panjang panel, arah pemasangan, kemiringan bidang, sambungan, flashing, hingga sistem drainase menjadi bagian dari satu kesatuan desain.
Pendekatan tersebut memungkinkan material berfungsi sebagai bagian dari sistem arsitektur, bukan hanya sebagai lapisan terakhir pada bangunan.
Pilihan COLORBOND® Steel untuk Stadion dan Bangunan Bentang Lebar

Pada Stadion Gelora Bandung Lautan Api, COLORBOND® Steel digunakan sebagai bagian dari sistem atap.
Penggunaan panel metal pada bidang berukuran besar memungkinkan garis-garis atap mengikuti geometri stadion secara konsisten. Pola tersebut membantu menciptakan bidang visual yang lebih teratur sekaligus memperkuat karakter bangunan dari kejauhan.
COLORBOND® Steel saat ini tersedia dalam beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan proyek stadion maupun bangunan bentang lebar lainnya.
Pemilihannya perlu disesuaikan dengan lokasi, kondisi lingkungan, kebutuhan desain, sistem profil, serta spesifikasi teknis bangunan. Selain karakter material, pilihan warna standar untuk kebutuhan arsitektur juga dapat menjadi bagian dari pertimbangan agar bidang atap selaras dengan komposisi visual bangunan.
1. COLORBOND® XRW Steel
COLORBOND® XRW Steel menggunakan substrate ZINCALUME® AZ150. Varian ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk proyek arsitektur yang membutuhkan material atap maupun dinding dengan pilihan warna yang dapat diintegrasikan ke dalam komposisi bangunan.
Pada proyek stadion, aspek visual menjadi cukup penting karena bidang atap biasanya dapat terlihat dari jarak yang jauh. Warna, arah panel, dan profil material kemudian dapat digunakan sebagai bagian dari ekspresi arsitektur.
2. COLORBOND® XPD Steel
COLORBOND® XPD Steel juga menggunakan substrate ZINCALUME® AZ150 dan dapat dipertimbangkan untuk berbagai kebutuhan proyek komersial maupun infrastruktur.
Dalam arsitektur stadion modern, material seperti ini dapat dipelajari bersama sistem profil untuk menciptakan bidang atap yang konsisten pada bentang berskala besar.
Namun, pemilihannya tetap perlu mempertimbangkan detail proyek secara keseluruhan, mulai dari lokasi hingga sistem konstruksi yang digunakan.
3. COLORBOND® Ultra Steel
Untuk proyek yang berada di lingkungan dengan tingkat korosivitas lebih tinggi, COLORBOND® Ultra Steel dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan.
Varian ini menggunakan substrate ZINCALUME® AZ200. Spesifikasinya membuat COLORBOND® Ultra Steel relevan untuk dievaluasi pada proyek yang menghadapi kondisi lingkungan lebih agresif, termasuk lokasi tertentu yang lebih dekat dengan kawasan pesisir.
Artinya, pemilihan Ultra tidak semata-mata ditentukan oleh tipe bangunannya. Stadion yang berada di lingkungan perkotaan dan stadion di kawasan pesisir dapat membutuhkan pertimbangan material yang berbeda.
GBLA Menunjukkan Peran Atap dalam Arsitektur Stadion Modern
Gelora Bandung Lautan Api memperlihatkan bahwa stadion dapat bekerja sebagai infrastruktur sekaligus penanda kota. Kekuatan desainnya muncul ketika massa, atap, tribun, struktur, dan material dibaca sebagai satu sistem.
Bagi arsitek, arsitektur stadion modern menuntut koordinasi lintas disiplin sejak awal. Struktur perlu mendukung kualitas pandangan penonton, atap merespons kebutuhan bentang, material disesuaikan dengan kondisi proyek, sementara fasad dan warna membangun identitas visual.
Pendekatan tersebut membuat desain tidak berhenti pada penciptaan bentuk yang mudah dikenali. Nilai arsitektur justru muncul ketika ekspresi bangunan dapat bekerja bersama fungsi, konstruksi, dan pengalaman penggunanya.
Dua finalis Steel Architectural Award 2024 dapat menjadi pointer menarik bagi arsitek:
- Jakarta International Stadium memperlihatkan bagaimana sistem atap menjadi bagian penting dari pengalaman stadion berskala besar;
- Indonesia Arena menunjukkan hubungan antara bentang lebar, tribun, struktur, dan ekspresi bangunan indoor. Keduanya memperluas cara membaca arsitektur stadion modern dari kebutuhan dan skala yang berbeda.
Perbandingan lintas proyek seperti ini membantu arsitek melihat bahwa bentuk ikonik sebaiknya muncul sebagai konsekuensi dari struktur, fungsi, sirkulasi, dan pengalaman ruang yang saling terhubung.
Untuk proyek stadion maupun fasilitas bentang lebar yang memasuki tahap pengembangan spesifikasi, kebutuhan mengenai profil, warna, dan aplikasi material dapat dibahas melalui konsultasi spesifikasi proyek bersama tim COLORBOND® Steel.
FAQ
Apakah Gelora Bandung Lautan Api menggunakan COLORBOND® Steel?
Ya. Informasi proyek menyebutkan penggunaan COLORBOND® Steel pada Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Namun, varian spesifik COLORBOND® Steel yang digunakan tidak disebutkan.
Apakah GBLA menggunakan COLORBOND® XRW, XPD, atau Ultra?
Tidak ada informasi proyek yang secara spesifik menyatakan bahwa GBLA menggunakan XRW, XPD, atau Ultra. Ketiga varian tersebut lebih tepat dibahas sebagai pilihan material untuk proyek stadion atau bangunan bentang lebar lain berdasarkan kebutuhan masing-masing proyek.
Bagaimana memilih COLORBOND® Steel untuk proyek stadion?
Pemilihan varian perlu mempertimbangkan lokasi proyek, kondisi lingkungan, tingkat korosivitas, bentuk dan luas atap, profil yang digunakan, sistem pemasangan, serta kebutuhan visual bangunan.


