01 Sep 2026
Bagaimana Atap Biru Membentuk Desain Icon Mall Gresik?
Bagaimana Atap Biru Membentuk Desain Icon Mall Gresik?
Share:
Desain mall modern tidak hanya berbicara tentang tenant, atrium, dan sirkulasi pengunjung. Bagi arsitek, bentuk massa, atap, fasad, warna, hingga area transisi perlu bekerja bersama untuk menciptakan bangunan yang mudah dikenali sekaligus nyaman digunakan. Icon Mall Gresik menunjukkan pendekatan tersebut melalui atap datar berwarna Sonata Blue yang menjadi salah satu karakter visual utamanya.
Dalam skala pusat perbelanjaan, bentuk yang terlihat sederhana sering kali lahir dari koordinasi banyak keputusan desain. Prinsip ini berkaitan dengan konsep dan ciri arsitektur modern, terutama gagasan mengenai geometri yang jelas dan hubungan erat antara bentuk dengan fungsi.
Atap Datar Menjadi Identitas Icon Mall Gresik

Atap merupakan bagian penting dari siluet bangunan komersial. Pada massa yang besar, garis atap dapat memengaruhi bagaimana keseluruhan bangunan terbaca dari kawasan sekitarnya.
1. Garis Horizontal Membuat Massa Lebih Terukur
Icon Mall Gresik menggunakan atap datar dengan COLORBOND® Steel warna Sonata Blue. Bidang horizontal ini menciptakan garis yang tegas pada bagian atas bangunan dan menjadi pembeda visual dibandingkan pusat perbelanjaan dengan komposisi atap miring atau bertingkat.
Dalam desain mall, garis horizontal dapat membantu mengontrol kesan skala bangunan. Fasad, kanopi, bukaan, dan tepian atap dapat disusun dengan hierarki yang lebih jelas sehingga volume besar tetap terasa terstruktur.
2. Warna Menjadi Penanda Visual
Sonata Blue memberikan karakter yang langsung terlihat pada bagian atas Icon Mall Gresik. Warna di sini bekerja sebagai bagian dari komposisi, bukan hanya sebagai finishing permukaan.
Keputusan warna dalam desain mall perlu mempertimbangkan luas bidang, jarak pandang, kondisi cahaya, warna fasad, dan konteks kawasan. Referensi pilihan warna untuk aplikasi atap dan dinding dapat membantu arsitek mengevaluasi karakter warna sekaligus parameter seperti Solar Reflectance Index pada tahap pengembangan desain.
Pengalaman Mall Dimulai dari Ruang Luar
Pengalaman pengunjung sebenarnya sudah terbentuk sebelum mereka masuk ke interior. Area kedatangan, fasad, lanskap, hingga posisi entrance ikut menentukan kesan pertama terhadap bangunan.
Fasad Membantu Membentuk Orientasi
Komposisi fasad sebaiknya membantu pengguna membaca entrance, drop-off, akses kendaraan, serta zona aktivitas utama. Bidang, bukaan, kanopi, dan pergantian material dapat digunakan untuk membangun hierarki tersebut.
Dalam desain mall, orientasi visual menjadi penting karena pola pergerakan pengunjung cukup kompleks. Pendekatan lain dapat dilihat pada QBIG BSD yang menggabungkan fungsi pusat perbelanjaan dengan taman, kolam, area berjalan, dan fasilitas outdoor. Proyek tersebut memperlihatkan bagaimana pengalaman retail dapat dikembangkan melalui hubungan bangunan, aktivitas, dan ruang luar.
Mengenal COLORBOND® Steel untuk Bangunan Komersial

Material menjadi salah satu bagian dari bahasa arsitektur. Namun, spesifikasinya tetap perlu mempertimbangkan kondisi lokasi dan kebutuhan aplikasi secara menyeluruh.
COLORBOND® Steel merupakan material lapis warna dari BlueScope untuk aplikasi atap dan dinding. Pada 2026, COLORBOND® Steel menandai 60 tahun perjalanan sebagai merek global BlueScope.
Pengembangannya mencakup teknologi seperti Thermatech® Solar Reflectance Technology, Clean Technology, serta Super Polyester Paint System pada varian terkait.
Untuk bangunan komersial, pilihan produk dapat disesuaikan dengan tingkat paparan lingkungan dan lokasi proyek. Referensi material untuk aplikasi bangunan komersial, misalnya, membedakan rekomendasi untuk kawasan pesisir serta area perkotaan dan nonpesisir.
Bagi arsitek, informasi tersebut membantu menghubungkan desain mall dengan keputusan spesifikasi sejak awal, sehingga estetika dan kebutuhan teknis dapat berkembang secara paralel.
Arsitek juga dapat membandingkan pendekatan tersebut melalui berbagai referensi proyek arsitektur komersial untuk melihat bagaimana konteks, fungsi, dan skala memengaruhi strategi material serta selubung bangunan.
Dua proyek Steel Architectural Award 2024 dapat menjadi perbandingan:
- Quantis Club House memperlihatkan hubungan antara bentang atap, area semi-outdoor, cahaya, struktur, dan lanskap;
- Pondok Indah Mall 3 menunjukkan bagaimana sistem bentang lebar membantu membentuk ruang retail yang terasa luas dengan gangguan struktur yang lebih sedikit. Quantis Club House tercatat sebagai pemenang kategori komersial Steel Architecture Award 2024.
Kedua proyek tersebut menunjukkan bahwa desain mall maupun fasilitas komersial sebaiknya tidak memisahkan struktur dari pengalaman ruang. Bentang, material, cahaya, sirkulasi, dan selubung perlu dikembangkan sebagai satu kesatuan.
Apa yang Bisa Dipelajari dari Desain Icon Mall Gresik?

Icon Mall Gresik menunjukkan bahwa identitas sebuah pusat perbelanjaan tidak selalu membutuhkan geometri yang sangat kompleks. Atap datar, pilihan warna, dan kejelasan komposisi dapat menjadi elemen yang cukup kuat ketika direncanakan secara konsisten.
Berikut beberapa poin yang dapat dibaca dari proyek ini:
|
Elemen |
Penerapan dalam Desain Mall |
|
Atap datar |
Membentuk garis horizontal yang jelas dan membantu mengontrol proporsi massa besar. |
|
Sonata Blue |
Memberikan aksen visual pada bagian atas bangunan dan memperkuat identitasnya. |
|
Fasad |
Membantu membangun hierarki entrance, akses, dan orientasi pengunjung. |
|
Material selubung |
Perlu dikoordinasikan dengan struktur, sambungan, drainase, dan utilitas. |
|
Warna |
Dapat dipilih berdasarkan skala bidang, cahaya, konteks, dan material pendamping. |
|
Tools desain |
BIM, CAD, dan visualisasi 3D membantu mengevaluasi detail serta komposisi sebelum konstruksi. |
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa desain mall yang kuat dapat berasal dari keputusan yang sederhana tetapi memiliki alasan arsitektural yang jelas.
Icon Mall Gresik Membuktikan Atap Bisa Menjadi Identitas Bangunan
Icon Mall Gresik memperlihatkan bagaimana satu bidang atap dapat berperan besar dalam membangun identitas bangunan. Karakter Sonata Blue memberi penekanan pada garis atas bangunan, sementara bentuk datarnya menjaga komposisi tetap jelas.
Bagi arsitek, pelajaran penting dari desain mall ini terletak pada koordinasi. Atap, fasad, warna, struktur, sirkulasi, dan pengalaman pengguna idealnya tidak dikembangkan sebagai elemen terpisah.
Ketika setiap keputusan memiliki peran yang jelas, pusat perbelanjaan dapat menghadirkan identitas visual yang mudah dibaca sekaligus tetap mendukung kebutuhan ruang komersial. Untuk proyek yang memasuki tahap pengembangan material, warna, dan aplikasi atap maupun dinding, detail spesifikasi dapat dibahas melalui konsultasi kebutuhan proyek sesuai karakter lokasi dan gagasan arsitek.
FAQ tentang Desain Mall
Apa yang dimaksud desain mall?
Desain mall merupakan proses perancangan pusat perbelanjaan yang mengintegrasikan sirkulasi, ruang retail, ruang publik, struktur, fasad, atap, utilitas, dan pengalaman pengunjung dalam satu sistem arsitektur.
Mengapa desain atap penting untuk mall?
Atap memengaruhi proporsi, siluet, drainase, hubungan dengan struktur, serta karakter visual bangunan. Pada pusat perbelanjaan berskala besar, detail atap juga membutuhkan koordinasi yang presisi.
Bagaimana warna memengaruhi desain pusat perbelanjaan?
Warna dapat menegaskan volume, membangun hierarki visual, dan membantu bangunan lebih mudah dikenali. Pemilihannya perlu mempertimbangkan cahaya, skala permukaan, konteks kawasan, dan material pendamping.
Apa yang perlu diperhatikan dalam memilih material atap mall?
Arsitek perlu mengevaluasi kondisi lingkungan, profil, kemiringan, panjang panel, sambungan, pengikat, flashing, drainase, akses pemeliharaan, serta hubungan material dengan struktur utama.
Mengapa sirkulasi penting dalam desain pusat perbelanjaan?
Sirkulasi menentukan bagaimana pengunjung memahami ruang, mencapai tenant, berpindah antarlantai, serta menemukan area publik. Pola yang terencana membantu menciptakan pengalaman ruang yang lebih intuitif.


