Inspirasi Atap COLORBOND® Lengkung dari Bogor Creative Hub

23 Sep 2026

Inspirasi Atap COLORBOND® Lengkung dari Bogor Creative Hub

Share:

Atap COLORBOND® pada bangunan publik dapat menjadi referensi ketika arsitek mengembangkan bidang lengkung yang menyatukan ruang, struktur, dan karakter kawasan. Bogor Creative Hub memperlihatkan pendekatan tersebut melalui massa berbentuk C, teras komunal, serta satu bidang atap yang mengikuti kurva bangunan.

Proyek di Bogor, Jawa Barat ini selesai pada 2021 dengan luas sekitar 1.100 m². Project board mencantumkan Gemawang Swaribathoro sebagai arsitek, sementara publikasi proyek menyebut Local Architecture Bureau (LAB) dengan Tan Tik Lam dan Gemawang Swaribathoro sebagai principal architects. Dan tercatat sebagai karya Steel Architectural Awards Indonesia 2026 kategori Lasting Beauty of COLORBOND® Steel.

Bagi arsitek yang sedang mempelajari sistem metal berlapis, pembahasan mengenai perbedaan sistem atap COLORBOND® dengan atap metal konvensional dapat menjadi konteks awal sebelum masuk ke detail geometri proyek.

 

Massa Melengkung sebagai Dasar Strategi Atap Bogor Creative Hub

ChatGPT Image Sep 2, 2026, 02_33_04 AM.png

Bentuk bangunan mengikuti hubungan antara tapak, ruang terbuka, dan fungsi kreatif di dalamnya.

Bentuk C Merespons Tapak dan Bangunan Eksisting

Massa utama membentuk kurva besar yang menghadap pepohonan dan bangunan eksisting dalam kawasan. Alih-alih bersaing secara visual dengan lingkungan, bangunan baru hadir relatif tenang dan menjadi latar bagi kegiatan kreatif.

Bentuk C tersebut sekaligus menentukan arah teras, struktur, dan geometri bidang atap.

Atap sebagai Pemersatu Program

Auditorium, galeri, café, kantor pengelola, dan ruang kreatif mempunyai karakter berbeda. Namun, seluruh fungsi tetap terbaca sebagai satu kompleks karena berada di bawah bidang atap kontinu.

Dalam konteks atap COLORBOND®, pendekatan ini relevan ketika material dirancang bukan hanya sebagai penutup, tetapi sebagai bagian dari komposisi massa secara keseluruhan.

 

Teras Komunal di Bawah Bidang Atap Kontinu

ChatGPT Image Sep 2, 2026, 02_30_11 AM.png

Teras menjadi ruang yang menghubungkan aktivitas di dalam bangunan dengan taman di sekitarnya.

Menghubungkan Auditorium, Galeri, Café, dan Taman

Project board menyebut teras kontinu sebagai spine of the project. Jalur ini mengikuti lengkung massa serta menghubungkan auditorium, galeri, café, pusat informasi, dan ruang kreatif lainnya.

Deretan kolom membentuk ritme yang konsisten di sepanjang kurva bangunan.

Transisi Indoor–Outdoor sebagai Ruang Sosial

Teras tidak hanya berfungsi sebagai sirkulasi. Area ini menjadi tempat untuk berhenti, bertemu, maupun menjalankan aktivitas informal dengan memiliki akses langsung ke plaza dan taman.

Pendekatan terhadap selubung bangunan dan kondisi lingkungan juga dapat dibaca melalui pembahasan mengenai perencanaan atap metal dalam menghadapi kondisi lingkungan.

 

Strategi Atap Lengkung untuk Beragam Geometri Ruang

Bidang atap menyelesaikan perbedaan program melalui satu gestur arsitektur yang konsisten.

Teritis Lebar dan Ruang Transisi Tropis

Teritis yang cukup dalam menaungi teras serta bukaan di sepanjang massa. Strategi ini menciptakan rangkaian ruang peralihan antara interior dan taman yang dapat digunakan sebagai area komunal.

Bagi arsitek, pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana geometri atap COLORBOND® dapat dipikirkan bersama dimensi teritis, posisi kolom, orientasi bukaan, dan pola sirkulasi.

Kurva Atap Menyatukan Massa Bangunan

Dari atas, bangunan terbaca sebagai satu bidang melengkung meskipun ruang di bawahnya memiliki ukuran serta konfigurasi berbeda.

Kontinuitas tersebut membuat atap berperan sebagai opsi perangkat orientasi agar lebih mudah dipahami sekaligus identitas visual Bogor Creative Hub.

 

LYSAGHT® LOCKED SEAM® pada Atap Bogor Creative Hub

ChatGPT Image Sep 2, 2026, 02_28_00 AM.png

Kesederhanaan bentuk luarnya bergantung pada koordinasi detail konstruksi yang cukup presisi.

Panel 0,65 mm dan Insulasi Rockwool 125 mm

Proyek ini menggunakan LYSAGHT® LOCKED SEAM® dengan ketebalan 0,65 mm yang dikombinasikan dengan insulasi rockwool 125 mm.

Sistem standing seam tersebut mengikuti geometri lengkung sehingga garis panel tetap mendukung pembacaan atap sebagai satu bidang kontinu.

Koordinasi Flashing, Parapet, Gording, dan Struktur

Detail proyek menunjukkan koordinasi antara LOCKED SEAM®, wall flashing, parapet, insulasi, gording C125 × 50, serta struktur WF 200 × 100.

Bagi perancang, kualitas atap lengkung sangat bergantung pada hubungan modul panel dengan struktur, tepian, sambungan, serta perubahan radius.

Dalam perencanaan atap COLORBOND® lengkung, arah panel perlu mengikuti geometri utama agar garis atap tetap konsisten. Panjang panel, posisi sambungan, parapet, flashing, dan struktur pendukung perlu dibaca sebagai satu kesatuan.

Referensi produk untuk bangunan infrastruktur dapat dipelajari bersama pilihan warna standar ketika arsitek mulai mengembangkan alternatif material dan ekspresi bidang atap.

COLORBOND® Steel sendiri telah memasuki usia 60 tahun sebagai merek global material metal berlapis dari BlueScope yang terus dikembangkan menyesuaikan kebutuhan masa kini dan masa depan.

Bogor Creative Hub menunjukkan bahwa bentuk sederhana dapat menghasilkan pengalaman ruang yang kuat ketika massa, teras, struktur, dan atap dikembangkan secara konsisten.

Beragam referensi bangunan infrastruktur juga memberi perspektif mengenai bagaimana bidang atap dapat membentuk identitas pada tipologi publik yang berbeda. 

Sebagai pembanding, Desa Binaan Tampelas memperlihatkan bagaimana bentuk dan struktur bangunan dapat merespons kebutuhan sosial serta kondisi lingkungan. Pendekatan tersebut memberi konteks bagi Bogor Creative Hub, yang menghadirkan atap COLORBOND® berbentuk lengkung sebagai elemen yang memperkuat karakter visual sekaligus menaungi aktivitas di dalamnya. 

Keduanya menunjukkan bagaimana bentuk atap dapat dikembangkan tidak hanya berdasarkan kebutuhan teknis, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan pengalaman arsitektur bangunan publik. 

Pada Bogor Creative Hub, atap COLORBOND® dapat menjadi konteks pembelajaran mengenai kontinuitas bidang lengkung, tetapi data proyek yang terkonfirmasi tetap perlu dibedakan dari referensi produk. Untuk pengembangan profil, warna, dan detail pada proyek infrastruktur, kebutuhan teknis dapat dibahas melalui konsultasi proyek bersama tim COLORBOND® Steel 

 

FAQ

Siapa arsitek Bogor Creative Hub?

Project board mencantumkan Gemawang Swaribathoro, sementara publikasi proyek menyebut Local Architecture Bureau dengan Tan Tik Lam dan Gemawang Swaribathoro sebagai principal architects.

Berapa luas Bogor Creative Hub?

Project board mencatat luas bangunan sekitar 1.100 m².

Apa konsep utama Bogor Creative Hub?

Bangunan menggunakan massa berbentuk C dengan teras kontinu yang menghubungkan ruang kreatif, plaza, taman, dan bangunan eksisting.

Apa fungsi teras pada Bogor Creative Hub?

Teras menjadi tulang punggung sirkulasi sekaligus ruang sosial yang menghubungkan auditorium, galeri, café, dan fungsi kreatif lainnya.

Sistem atap apa yang digunakan?

Gambar proyek mencatat LYSAGHT® LOCKED SEAM® 0,65 mm yang dipadukan dengan insulasi rockwool 125 mm.

Apakah dokumen mengkonfirmasi penggunaan COLORBOND® Steel pada Bogor Creative Hub?

Dokumen yang tersedia secara spesifik mengonfirmasi LYSAGHT® LOCKED SEAM® dari BlueScope. Karena varian COLORBOND® Steel tidak disebutkan secara eksplisit, detail produk tersebut sebaiknya tidak diasumsikan sebagai spesifikasi proyek.

 

Sumber referensi : 

  1. Steel Architectural Award 2026
  2. Referensi para finalis Steel Architectural Award 2026 dari website COLORBOND® 

     3. Referensi Artikel related dari website COLORBOND® steel