23 Sep 2026
Rumbia Office Workshop Ubah Lahan Sisa Jadi Ruang Kerja Tropis
Rumbia Office Workshop Ubah Lahan Sisa Jadi Ruang Kerja Tropis
Share:
Keterbatasan tapak justru menjadi titik awal desain kantor Rumbia Office Workshop di Banjarmasin. Pada lahan hanya 11 × 7 meter, massa kerja diangkat ke lantai atas sehingga lantai dasar tetap dapat digunakan sebagai workshop dan ruang komunal.
Proyek rancangan Ar. Akhmad Muzakir, IAI yang mulai digunakan pada 2024 ini tercatat sebagai karya Steel Architectural Awards Indonesia 2026 kategori Commercial.
Pendekatannya mempertemukan arsitektur Banjar, material lokal, ventilasi pasif, dan konstruksi metal dalam bangunan berskala kecil. Strategi serupa dalam mengolah fungsi dan keterbatasan ruang juga dapat dibaca melalui pembahasan inspirasi desain kantor minimalis.
Desain Kantor di Lahan 11 × 7 Meter

Tapak yang kecil membuat organisasi vertikal menjadi kunci untuk menjaga fleksibilitas ruang.
Massa Kantor Diangkat di Atas Workshop
Massa kantor ditempatkan di lantai atas, sedangkan lantai dasar tetap terbuka sebagai workshop. Strategi ini mengingatkan pada logika bangunan panggung tropis yang memisahkan fungsi utama dari permukaan tanah.
Bagi desain kantor, pendekatan tersebut bukan sekadar menambah luas secara vertikal. Ruang kolong juga menjadi zona transisi antara tanah dengan area kerja di atasnya.
Lantai Dasar sebagai Ruang Fleksibel
Lantai dasar dapat digunakan untuk workshop maupun kegiatan komunal dengan konfigurasi yang mudah berubah. Area terbuka ini sekaligus membantu pergerakan udara di bawah massa kantor.
Efisiensi ruang seperti ini juga relevan dengan pembahasan mengenai kantor minimalis dan efisiensi ruang, terutama ketika luas tapak menjadi parameter utama sejak tahap konsep.
Konsep Tudung dalam Desain Kantor Tropis
Karakter bangunan dikembangkan dari pembacaan terhadap arsitektur tradisional Banjar dan iklim Banjarmasin.
Reinterpretasi Rumah Bubungan Tinggi
Rumah Bubungan Tinggi menjadi referensi bagi struktur panggung serta dominasi bidang atap. Arsitek tidak menyalin bentuknya secara literal, tetapi menerjemahkan prinsip perlindungannya melalui konsep “tudung”.
Selubung tersebut menaungi massa utama dan memberi Rumbia Office Workshop identitas desain kantor yang tetap memiliki hubungan dengan konteks lokal.
Rumbia sebagai Lapisan Response Iklim
Rumbia ditempatkan sebagai kulit terluar bangunan. Material organik tersebut bekerja bersama ventilasi silang dan ruang bawah yang terbuka.
Project summary mencatat pengukuran manual penghuni yang menunjukkan suhu interior sekitar 3°C lebih rendah dibandingkan kondisi luar. Pendingin ruang digunakan sekitar pukul 13.00–17.00. Data ini merupakan observasi pengguna dan bukan hasil simulasi performa terstandar.
Fasad Rumbia Modular yang Mudah Dirawat

Detail fasad menunjukkan bahwa umur material telah dipertimbangkan sejak tahap perancangan.
Design for Maintenance sejak Awal
Rumbia memiliki siklus penggantian sendiri. Karena itu, sistem fasad dikembangkan agar bagian tertentu dapat diperbarui secara lokal ketika diperlukan.
Pendekatan ini memberi pelajaran penting bagi desain kantor tropis: keputusan material juga perlu mempertimbangkan bagaimana lapisan bangunan diperiksa, dilepas, dan dirawat setelah digunakan.
Sistem Sambit dan Substruktur Metal
Panel dibuat melalui teknik sambit, disusun tiga lapis dengan bilah bambu, kemudian dipasang pada substruktur hollow 20 × 20 mm.
Grid sekitar 100 × 85 cm dan susunan overlap sekitar 20 cm membuat material tradisional bertemu dengan modul konstruksi yang lebih terukur. Sistem ini memungkinkan panel rumbia diganti pada bagian tertentu sementara rangka utama tetap digunakan.
Material BlueScope AZ100 pada Selubung Kantor

Material metal bekerja sebagai lapisan dasar yang mendukung ekspresi organik rumbia.
Bangunan ini menggunakan material COLORBOND AZ 100 pada atap serta spandek AZ100 pada dinding luar yang kemudian dilapisi rumbia. Struktur utamanya menggunakan profil CNP 100 cold-formed ganda.
Susunan tersebut menciptakan dua karakter material dalam satu desain kantor: sistem metal membentuk modul dan presisi konstruksi, sedangkan rumbia menghadirkan tekstur serta karakter lokal.
COLORBOND® Steel merupakan material metal berlapis dari BlueScope yang digunakan untuk kebutuhan atap dan dinding. Pengembangan material pada proyek komersial dapat mempertimbangkan sistem untuk bangunan komersial bersama pilihan warna arsitektural sesuai bentuk dan karakter bangunan.
COLORBOND® Steel tahun ini telah memasuki usia 60 tahun sebagai merek global material metal berlapis dari BlueScope yang terus dikembangkan menyesuaikan kebutuhan masa kini dan masa depan.
Rumbia Office Workshop menunjukkan bahwa proyek kecil dapat menjadi ruang eksperimen untuk material, iklim, dan metode konstruksi.
Massa terangkat mengoptimalkan tapak, konsep tudung membentuk perlindungan berlapis, sedangkan rumbia modular memungkinkan pendekatan perawatan yang lebih terencana.
Beragam referensi bangunan komersial juga memperlihatkan cara berbeda dalam mengolah hubungan antara ruang kerja, kondisi lahan, dan selubung bangunan.
Dalam tipologi kantor, King Koil Warehouse and Office menunjukkan bagaimana keterbatasan lahan dapat direspons melalui strategi vertikal untuk mengoptimalkan fungsi gudang sekaligus perkantoran.
Pendekatan tersebut dapat menjadi pembanding bagi Rumbia Office Workshop, yang mengolah lahan sisa menjadi ruang kerja tropis dengan merespons kondisi tapak dan kebutuhan aktivitas di dalamnya.
Keduanya memperlihatkan bagaimana keterbatasan lahan tidak selalu menjadi hambatan, tetapi dapat menjadi dasar dalam membentuk strategi ruang dan karakter arsitektur kantor.
Rumbia Office Workshop akhirnya menunjukkan bahwa keterbatasan 11 × 7 meter justru dapat menjadi generator arsitektur. Bagi arsitek yang sedang mengembangkan sistem atap maupun selubung untuk proyek komersial, kebutuhan teknis dapat dibahas melalui konsultasi proyek bersama tim COLORBOND® Steel.
FAQ
Siapa arsitek Rumbia Office Workshop?
Rumbia Office Workshop dirancang oleh Ar. Akhmad Muzakir, IAI.
Di mana lokasi Rumbia Office Workshop?
Proyek berada di Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan.
Berapa ukuran lahannya?
Tapak Rumbia Office Workshop berukuran sekitar 11 × 7 meter.
Mengapa massa kantor ditempatkan di lantai atas?
Strategi tersebut membuat lantai dasar dapat difungsikan sebagai workshop dan ruang komunal sekaligus membentuk zona transisi dengan ruang kerja.
Mengapa rumbia digunakan pada fasad?
Rumbia menjadi bagian dari identitas lokal serta lapisan selubung yang bekerja bersama ventilasi silang dan konsep tudung.
Bagaimana fasad rumbia dirawat?
Panel disusun dalam sistem modular sehingga bagian tertentu dapat dilepas dan diganti ketika diperlukan.
Material apa yang digunakan pada atap dan dinding?
Project board mencatat AZ100 pada atap dan spandek AZ100 pada dinding luar. Detail varian, ketebalan, grade, dan warna belum dicantumkan dalam dokumen proyek.
Sumber referensi :
- Steel Architectural Award 2026
- Referensi para finalis Steel Architectural Award 2026 dari website COLORBOND®
- Referensi Artikel related dari website COLORBOND® steel


