26 Aug 2026
Saat Fasad Berlapis Membentuk Kenyamanan DG Residence
Saat Fasad Berlapis Membentuk Kenyamanan DG Residence
Share:
Rumah minimalis modern pada tapak hook perlu merespons dua sisi jalan, perbedaan orientasi matahari, dan kebutuhan privasi yang lebih kompleks. DG Residence menunjukkan bagaimana tantangan tersebut diterjemahkan menjadi fasad berlapis yang mengatur cahaya, pandangan, vegetasi, serta hubungan ruang dalam dan luar sebagai satu sistem arsitektur.
Hunian di Sutera Olivia, Alam Sutera, Tangerang ini dirancang oleh Ar. Samuel Siahaan, ST, MSc (Eng), IAI, Principal Architect Arete Architects, dan merupakan nominee Steel Architectural Awards Indonesia 2026 Tahap II kategori residential. Konsep layered tropical living menjadi dasar penyusunan massa, secondary skin, void, tangga, atap, dan wall cladding.
Cara membaca fasad ini sejalan dengan pembahasan mengenai sudut pandang arsitek dalam memilih fasad rumah minimalis, terutama ketika tampilan depan perlu dikaitkan dengan iklim, fungsi ruang, dan detail konstruksi.
Tapak Hook sebagai Dasar Pembentukan Arsitektur

Tapak sudut memberi peluang memperoleh lebih banyak cahaya dan pandangan, tetapi juga meningkatkan eksposur bangunan dari dua arah.
1. Mengelola Dua Sisi Fasad Berdasarkan Orientasi
DG Residence tidak memperlakukan kedua sisi tapak sebagai bidang depan yang seragam. Setiap fasad disusun berdasarkan orientasi, tingkat keterbukaan, dan fungsi ruang di belakangnya. Sisi yang lebih terlindungi menerima bukaan lebih luas, sedangkan bidang dengan paparan lebih kuat memperoleh screen, vegetasi, serta kedalaman tambahan.
Pada rumah minimalis modern, pendekatan ini membuat komposisi fasad lahir dari kondisi tapak, bukan sekadar mengejar simetri. Volume tegas, bidang kaca, screen tiga dimensi, dan tanaman membentuk lapisan visual yang berubah mengikuti posisi pengamat.
2. Merespons Paparan Matahari dari Sisi Barat
Sisi barat menjadi bagian yang paling membutuhkan pengendalian cahaya sore. Framing metal digunakan untuk menopang rotan sintetis, 3D recycled PVC screen, dan vegetasi. Susunan tersebut menyaring cahaya sebelum mencapai lapisan kaca.
Jarak antara screen dan kaca juga menciptakan ruang transisi. Strategi ini berkaitan dengan cara arsitektur kontemporer mengolah fasad melalui kedalaman, tekstur, dan bayangan, sehingga ekspresi visual tetap memiliki dasar performatif.
3. Membentuk Privasi melalui Kedalaman Fasad
Privasi DG Residence tidak bertumpu pada satu bidang tertutup. Pengaturan berlangsung melalui urutan kaca, balkon, screen, tanaman, dan garis terluar bangunan. Penghuni tetap memperoleh pandangan ke luar, sedangkan aktivitas domestik tersaring oleh beberapa lapisan.
Strategi ini relevan untuk rumah minimalis modern di lingkungan urban. Jarak, arah pandang, dan tingkat transparansi dapat mengatur privasi sambil mempertahankan peran bukaan bagi cahaya serta udara.
Strategi Fasad Berlapis dan Selubung Arsitektur DG Residence

Elemen utama rumah dirancang sebagai jaringan yang saling mendukung, bukan sebagai komponen terpisah.
1. Layered Tropical Living sebagai Respons terhadap Tapak Hook
Konsep layered tropical living terlihat pada susunan massa, bukaan, vegetasi, dan selubung. Volume bangunan memberi struktur utama, screen menyaring cahaya, tanaman melunakkan bidang, sementara kaca menjaga hubungan dengan lingkungan.
Bagi rumah minimalis modern, kedalaman tersebut menjadi alternatif dari fasad datar yang hanya mengandalkan permainan warna. Perubahan bayangan sepanjang hari membuat massa tetap dinamis meskipun geometrinya relatif sederhana.
2. Secondary Skin dan Vegetasi sebagai Pengendali Cahaya serta Privasi
Secondary skin pada sisi barat bekerja melalui kombinasi framing, screen, dan tanaman. Framing membentuk modul, screen mengatur cahaya serta pandangan, sedangkan vegetasi menciptakan lapisan hidup yang berkembang dari waktu ke waktu.
Integrasinya memerlukan koordinasi planter, drainase, akses perawatan, paparan cahaya, dan jarak terhadap material lain. Saat dirancang sejak awal, vegetasi menjadi bagian dari sistem fasad, bukan sekadar elemen tambahan.
Pada rumah minimalis modern, pendekatan ini juga membantu mengurangi dominasi permukaan keras. Tanaman memberi tekstur yang lebih lembut sekaligus memperkaya perubahan bayangan pada bidang fasad.
3. Void, Tangga, dan Zonasi Vertikal sebagai Penghubung Ruang
DG Residence membagi zona publik, semi-publik, privat, dan servis secara vertikal. Void serta tangga menjadi pusat orientasi yang membantu pengguna memahami hubungan antarlantai. Tangga tampil sculptural, sementara ruang tinggi di sekitarnya membuka pandangan menuju area lain.
Pada rumah minimalis modern, void membantu cahaya menjangkau bagian yang lebih dalam dan mendukung pergerakan udara ketika terhubung dengan bukaan masuk serta keluar. Pembagian lantai pun tetap terasa menyatu.
Hubungan visual yang terbentuk juga menjaga interaksi antarruang. Area di lantai atas masih dapat membaca aktivitas di bawah, sementara tangga tidak hanya berfungsi sebagai jalur perpindahan, tetapi menjadi bagian penting dari pengalaman interior.
4. Integrasi Atap dan Wall Cladding dalam Satu Selubung
Atap dan sebagian wall cladding dikembangkan sebagai satu architectural envelope. Garis seam diteruskan dari bidang atas menuju dinding sehingga massa terbaca sebagai satu volume, bukan dinding yang sekadar diberi penutup.
Panel dibuat mengikuti kebutuhan panjang bidang dan diterapkan pada geometri lurus maupun lengkung. Struktur pendukung, posisi gutter, insulasi, arah pemasangan, serta pertemuan antarpermukaan perlu dikoordinasikan agar ritme fasad tetap konsisten.
Pada rumah minimalis modern seperti DG Residence, kesinambungan atap dan dinding membantu memperkuat siluet bangunan. Identitas tidak lagi hanya bergantung pada bentuk massa, tetapi juga pada arah panel, kedalaman bidang, dan ketelitian sambungan.
5. COLORBOND® Matt Monument dan LYSAGHT® SELECT SEAM III sebagai Identitas Material
Pada DG Residence, sistem atap menggunakan LYSAGHT® SELECT SEAM III dengan material COLORBOND® Matt Monument dengan ketebalan 0,55 BMT. Susunan roofing juga dilengkapi foam insulation untuk mendukung kenyamanan ruang di bawah bidang atap sekaligus menjaga integrasi antara kebutuhan teknis dan ekspresi arsitektur rumah.
COLORBOND® Steel merupakan material metal berlapis dari BlueScope yang dikembangkan untuk kebutuhan atap dan dinding dalam beragam profil serta warna. Pada DG Residence, Matt Monument menghadirkan permukaan gelap dengan tingkat kilap rendah. Karakter ini mempertegas garis seam, bidang lengkung, dan kontras dengan kaca maupun vegetasi.
Pilihan warna gelap juga membuat material lain tampil lebih terbaca. Tekstur rotan sintetis, screen tiga dimensi, bidang transparan, dan tanaman menjadi lebih menonjol ketika ditempatkan berdampingan dengan permukaan Matt Monument.
COLORBOND® Steel tahun ini telah memasuki usia 60 tahun sebagai merek global material metal berlapis dari BlueScope yang terus dikembangkan menyesuaikan kebutuhan masa kini dan masa depan.
COLORBOND® Steel pada Hunian Tropis Kontemporer yang Responsif terhadap Tapak

DG Residence memperlihatkan bahwa keputusan material perlu dimulai dari logika tapak, geometri, dan pengalaman ruang.
Pada rumah minimalis modern, pemilihan atap serta wall cladding perlu mempertimbangkan orientasi, bentuk bidang, panjang panel, profil, kemiringan, struktur, insulasi, dan jalur drainase. Beragam referensi proyek residensial dapat membantu membaca hubungan material dengan skala, iklim, dan komposisi massa.
Dua proyek dalam rangkaian Steel Architectural Award 2024 memberi pembanding yang relevan:
- MG House, yang membentuk identitas melalui atap pelana tinggi dan volume menyerupai barn; serta
- Rumah Emak, yang mengolah atap sebagai bagian dari kenyamanan hunian tropis. Keduanya memperlihatkan bahwa bentuk atap, ruang, dan material perlu berkembang dalam satu alur desain.
Informasi produk untuk proyek residensial dapat dipelajari bersama pilihan warna standar. Warna perlu diuji terhadap luas bidang, arah cahaya, material pendamping, dan vegetasi agar komposisi rumah minimalis modern tetap konsisten dari jarak dekat maupun dari koridor jalan.
DG Residence akhirnya menunjukkan bahwa kenyamanan lahir dari kerja bersama antara tapak hook, secondary skin, vegetasi, void, tangga, atap, dan cladding. Untuk membahas profil, warna, panjang panel, serta detail pertemuan pada rancangan rumah minimalis modern, kebutuhan proyek dapat dikonsultasikan dengan tim teknis COLORBOND® Steel.
FAQ
Siapa arsitek DG Residence?
DG Residence dirancang oleh Ar. Samuel Siahaan, ST, MSc (Eng), IAI, Principal Architect Arete Architects.
Di mana lokasi DG Residence?
Proyek berada di Sutera Olivia, Alam Sutera, Tangerang, Banten, dan mulai digunakan pada 2025.
Apa konsep utama DG Residence?
Konsepnya adalah layered tropical living, yaitu penyusunan massa, secondary skin, vegetasi, void, bukaan, atap, dan wall cladding sebagai lapisan yang saling mendukung.
Apa fungsi secondary skin pada DG Residence?
Secondary skin membantu menyaring cahaya sore dari sisi barat, mengatur privasi, membentuk bayangan, dan menciptakan transisi antara interior dengan lingkungan luar.
Bagaimana void mendukung kenyamanan rumah?
Void membawa cahaya ke bagian tengah, mendukung pergerakan udara, memperjelas orientasi, dan menjaga hubungan visual antarlantai.
Apakah konsep DG Residence relevan untuk rumah minimalis modern?
Relevan, terutama pada tapak hook atau lahan dengan tingkat eksposur tinggi. Strategi fasad berlapis dapat membantu mengatur cahaya, privasi, dan hubungan visual dengan lingkungan.
Produk apa yang digunakan pada atap DG Residence?
Dokumen proyek mencatat LYSAGHT® SELECT SEAM III dengan COLORBOND® Matt Monument. Project summary menyebut ketebalan 0,55 BMT.
Mengapa Matt Monument dipilih?
Warna gelap dengan tingkat kilap rendah membantu mempertegas geometri massa, garis seam, bidang lengkung, dan kontras dengan kaca serta vegetasi.
Sumber Referensi:
- Referensi para finalis Steel Architectural Award 2024 dari website COLORBOND®
- Referensi Artikel related dari website COLORBOND® steel


