Strategi Desain Mall Terbuka di Balik Jakarta Premium Outlet

26 Aug 2026

Strategi Desain Mall Terbuka di Balik Jakarta Premium Outlet

Share:

Desain arsitektur mall tidak selalu hadir sebagai satu volume tertutup. Jakarta Premium Outlets di Alam Sutera menawarkan pendekatan berbeda melalui massa retail terpisah, promenade terbuka, lanskap imersif, dan sistem atap yang dirancang sebagai satu pengalaman ruang.

Proyek ini dirancang oleh Ar. M. Archica Danisworo, IAI bersama PDW atau PT Pandega Desain Weharima dan merukana nominee Steel Architectural Awards Indonesia 2026 pada kategori komersial. Cara menyusun fungsi, bentuk, material, dan pengalaman pengguna tersebut sejalan dengan pembahasan arsitektur modern, yang menempatkan setiap elemen dalam hubungan yang saling mendukung.

 

Jakarta Premium Outlets sebagai Open-Air Lifestyle Center

Konsep open-air lifestyle center menempatkan ruang di antara bangunan sebagai bagian utama dari program komersial.

1. Memecah Bangunan Menjadi Beberapa Massa Retail

Kompleks dibagi menjadi sejumlah blok yang dihubungkan koridor luar, taman, ramp, dan area berkumpul. Strategi ini membuat skala kawasan lebih dekat dengan pejalan kaki sekaligus memberi ruang bagi cahaya, pandangan, dan pergerakan udara.

2. Menempatkan Ruang Terbuka sebagai Pusat Aktivitas

Promenade menjadi tempat untuk berjalan, duduk, bertemu, dan berpindah antartoko. Pada desain arsitektur mall ini, ruang terbuka bukan area sisa, melainkan pusat aktivitas yang ikut menentukan durasi kunjungan.

Pendekatan ruang komersial yang terhubung dengan taman juga dapat dibaca pada QBig BSD, terutama dalam melihat hubungan antara area belanja, aktivitas luar, dan lanskap.

3. Memisahkan Sirkulasi Kendaraan dan Pejalan Kaki

Kendaraan diarahkan menuju perimeter agar bagian dalam kompleks lebih leluasa digunakan pejalan kaki. Titik masuk, drop-off, loading, akses darurat, dan jalur servis kemudian perlu dikoordinasikan sejak penyusunan site plan.

 

Promenade sebagai Ruang Utama dalam Desain Mall Terbuka

ChatGPT Image 4 Agu 2026, 16.08.11.png

Promenade dirancang sebagai rangkaian ruang dengan karakter, ritme, dan aktivitas yang berubah.

1. Menghubungkan Tenant melalui Koridor Luar

Koridor luar menyatukan shopfront, taman, tempat duduk, dan akses ke lantai atas. Pengalaman pengunjung dibentuk melalui perubahan lebar jalur, tingkat naungan, tekstur lantai, serta bukaan pandang.

2. Memanfaatkan Void untuk Orientasi Antar Lantai

Void pada sudut promenade membuka hubungan visual antara dua lantai. Pengunjung dapat mengenali posisi ramp, tenant, viewing pod, dan ruang terbuka dari beberapa titik sehingga orientasi tidak hanya bergantung pada penunjuk arah.

3. Membentuk Pengalaman Berbelanja sebagai Perjalanan Ruang

Perjalanan antartoko diperkaya oleh perubahan elevasi, vegetasi, air, dan titik berhenti. Karena itu, desain mall dibaca sebagai urutan pengalaman, bukan sekadar kumpulan unit retail.

 

Mall Terbuka sebagai Third Place

Ruang komersial juga dikembangkan sebagai tempat sosial di luar rumah dan tempat kerja.

1. Menghadirkan Ruang Berkumpul di Luar Area Tenant

Area duduk dan ruang pertemuan ditempatkan dekat jalur utama, tetapi tetap memberi ruang bagi pergerakan. Naungan, jarak pandang, serta kedekatan dengan fasilitas menjadi faktor penting agar ruang benar-benar digunakan.

2. Mengintegrasikan Planter Bench, Playground, dan Elemen Air

Planter bench menggabungkan tempat duduk dengan vegetasi, sementara playground, elemen air, dan viewing pod memperluas pilihan aktivitas. Elemen tersebut menjadi perangkat ruang yang ikut membentuk sirkulasi dan durasi berhenti.

3. Memperluas Fungsi Pusat Perbelanjaan Menjadi Ruang Sosial

Ketika area luar memiliki program yang jelas, pusat perbelanjaan dapat menampung kegiatan bertemu, beristirahat, dan menikmati suasana kawasan. Desain mall pun memperoleh nilai sosial di luar fungsi transaksi.

 

Lanskap sebagai Narasi Perjalanan Pengunjung

ChatGPT Image 4 Agu 2026, 16.13.41.png

Lanskap Jakarta Premium Outlets dikembangkan melalui tema Journey from the Ocean to the Mountain.

1. Menerjemahkan Tema Journey from the Ocean to the Mountain

Tema tersebut membentuk perjalanan dari area masuk menuju lantai atas. Bagian awal mewakili laut dan kepulauan, sedangkan perjalanan melalui ramp mengarahkan pengunjung menuju pengalaman yang diasosiasikan dengan pegunungan.

2. Mengolah Planter Organik dan Elemen Air pada Area Masuk

Planter berbentuk organik dan elemen air memperlunak pertemuan massa retail dengan permukaan keras. Susunannya juga membentuk arah gerak, suara, refleksi, dan titik orientasi sejak pengunjung memasuki kawasan.

3. Menghubungkan Ramp, Viewing Pod, dan Playground di Lantai Atas

Ramp menjadikan perpindahan vertikal sebagai bagian dari lanskap. Viewing pod menyediakan jeda, sementara playground berbentuk menyerupai kawah menjadi tujuan aktivitas di lantai atas.

4. Membentuk Identitas melalui Topografi dan Sirkulasi

Identitas proyek hadir melalui cara pengguna berjalan, berhenti, dan melihat lingkungan. Bagi arsitek, strategi ini menunjukkan bahwa tema desain mall dapat diterjemahkan melalui topografi, program, dan sirkulasi, bukan hanya dekorasi fasad.

 

Strategi Atap, Kanopi, dan Respons Iklim pada Mall Terbuka

ChatGPT Image 4 Agu 2026, 16.05.58.png

Atap dan kanopi menyatukan kenyamanan promenade, citra kawasan, dan kebutuhan konstruksi.

1. Menempatkan Atap sebagai Fasad Kelima dan Identitas Kawasan

Bidang atap dapat terlihat dari bangunan di sekitar proyek. Karena itu, warna dan arah panel membantu memperjelas susunan blok sekaligus menjaga kawasan tetap terbaca sebagai satu komposisi.

2. Membentuk Jalur Teduh melalui Kanopi Lebar dan Fascia Tipis

Kanopi mengelilingi blok retail dan membentuk jalur teduh. Beberapa bagian memiliki overhang lebih dari empat meter, sehingga struktur perlu menopang bentang lebar sambil mempertahankan garis fascia yang ramping.

3. Mengintegrasikan Struktur, Talang, Insulasi R19, dan Kemiringan Atap

LYSAGHT® KLIP-LOK OPTIMA™ digunakan pada kemiringan minimal dua derajat. Kemiringan rendah membantu menjaga profil kanopi, sedangkan struktur, gutter, sambungan, dan insulasi R19 dikembangkan sebagai satu detail teknis.

Pada tahap ini, COLORBOND® Steel dapat dipahami sebagai material metal berlapis dari BlueScope yang dikembangkan untuk kebutuhan atap dan dinding. Perannya dalam arsitektur tidak hanya berkaitan dengan lapisan luar, tetapi juga dengan pilihan profil, warna, arah panel, dan koordinasi sistem bangunan.

4. Mengoptimalkan Naungan, Vegetasi, dan Jarak Antarmassa pada Promenade

Kenyamanan ruang luar tidak hanya bergantung pada kanopi. Pohon peneduh, posisi massa, lebar koridor, dan bukaan ke lanskap bekerja bersama membentuk kondisi mikro di sepanjang promenade.

5. Menyesuaikan Sistem Atap selama Konstruksi untuk Mengurangi Tampias

Project summary mencatat penambahan bidang atap dan perubahan sebagian dak beton menjadi sistem atap metal. Penyesuaian ini merespons kondisi lapangan sekaligus memengaruhi beban, arah aliran air, dan pertemuan antarbidang.

6. Mengoordinasikan Perubahan Atap dengan Drainase dan Konsistensi Visual Blok Retail

Setiap perubahan perlu menjaga arah panel, garis tepian, warna, gutter, downpipe, dan penetrasi. Koordinasi gambar kerja menjadi penting agar fleksibilitas konstruksi tidak memecah karakter desain arsitektur mall secara keseluruhan.

 

COLORBOND® XRW sebagai Bagian dari Identitas Jakarta Premium Outlets

Material atap menjadi penghubung antara performa selubung dan bahasa visual kawasan.

Pada Jakarta Premium Outlets, sistem atap menggunakan LYSAGHT® KLIP-LOK OPTIMA™ 0,45 BMT G550 dengan COLORBOND® XRW AZ150 dalam warna Mist Green dan Night Sky. 

Mist Green digunakan pada bidang utama untuk menjaga hubungan visual dengan vegetasi, batu andesit, kaca, dan cladding bernuansa kayu. Sementara itu, Night Sky memberi aksen gelap pada bagian tertentu sehingga susunan atap memiliki variasi yang tetap selaras dengan komposisi kawasan.

Dalam penerapannya, spesifikasi material perlu dibaca bersama profil, panjang panel, arah pemasangan, kemiringan, gutter, serta struktur kanopi. Informasi produk untuk bangunan komersial dan pilihan warna standar dapat menjadi acuan awal ketika arsitek mengembangkan material atap sebagai bagian dari desain arsitektur mall.

COLORBOND® Steel tahun ini telah memasuki usia 60 tahun sebagai merek global material metal berlapis dari BlueScope yang terus dikembangkan menyesuaikan kebutuhan masa kini dan masa depan.

Untuk membaca hubungan antara atap, ruang komersial, dan pengalaman pengguna, dua proyek Steel Architectural Award 2024 dapat menjadi pembanding: 

  • Quantis Club House, yang menghubungkan ruang dalam dan luar melalui bentang atap; serta 
  • Pondok Indah Mall 3, yang mengolah bentang luas sebagai bagian dari pengalaman interior pusat perbelanjaan.

 

Mall Terbuka yang Menyatu dengan Lanskap

Jakarta Premium Outlets memperlihatkan bahwa pusat perbelanjaan dapat dibentuk sebagai rangkaian ruang luar yang disatukan massa, lanskap, sirkulasi, dan sistem selubung.

Pemisahan blok menghasilkan promenade yang mudah dibaca, sementara lanskap membentuk perjalanan dari pintu masuk menuju lantai atas. Void memperkuat orientasi dan kanopi memberi naungan. Beragam referensi proyek komersial juga menunjukkan bagaimana desain mall dapat merespons konteks, iklim, dan pola aktivitas dengan pendekatan berbeda.

Bagi arsitek, nilai utama proyek ini berada pada koordinasi lintas elemen. Site plan, shopfront, vegetasi, struktur kanopi, drainase, insulasi, dan warna atap perlu dikembangkan dalam alur yang sama. Profil, panjang panel, warna, serta detail pertemuan dapat dibahas melalui konsultasi teknis proyek bersama tim COLORBOND® Steel.

 

FAQ

Siapa arsitek Jakarta Premium Outlets?

Proyek ini dirancang oleh Ar. M. Archica Danisworo, IAI bersama PDW atau PT Pandega Desain Weharima.

Di mana lokasi Jakarta Premium Outlets?

Proyek berada di Jalan Jalur Sutera Boulevard, Alam Sutera, Tangerang, dan mulai digunakan pada 2025.

Apa konsep utama Jakarta Premium Outlets?

Konsepnya adalah open-air lifestyle center dengan massa retail yang membingkai promenade, lanskap, dan ruang aktivitas bersama.

Apa tema lanskap Jakarta Premium Outlets?

Temanya adalah Journey from the Ocean to the Mountain, yang diterjemahkan melalui planter organik, elemen air, ramp, viewing pod, dan playground.

Mengapa atap diperlakukan sebagai fasad kelima?

Atap terlihat dari lingkungan sekitar sehingga warna, arah panel, dan pembagian blok ikut membentuk citra kawasan dari sudut pandang atas.

Produk apa yang digunakan pada sistem atap?

Proyek menggunakan LYSAGHT® KLIP-LOK OPTIMA™ 0,45 BMT G550 dengan COLORBOND® XRW AZ150 dalam warna Mist Green dan Night Sky.

Bagaimana kanopi mendukung kenyamanan promenade?

Kanopi lebar membentuk jalur teduh dan bekerja bersama vegetasi serta jarak antar massa untuk mengatur kondisi ruang luar.

 

Sumber Referensi:

  1. Referensi para finalis Steel Architectural Award 2024 dari website COLORBOND® 
  1. Referensi Artikel related dari website COLORBOND® steel