Summarecon Mall Bekasi 2 Satukan Retail Wellness dan Alam

22 Sep 2026

Summarecon Mall Bekasi 2 Satukan Retail Wellness dan Alam

Share:

Desain mall kini berkembang melampaui susunan tenant dan koridor belanja. Fasilitas wellness, olahraga, ruang komunal, cahaya alami, dan lanskap semakin berperan dalam membentuk pengalaman pengunjung. 

Pendekatan ini terlihat pada Summarecon Mall Bekasi 2 (SMB 2), proyek komersial seluas sekitar 81.100 m² di Bekasi Utara yang tercatat sebagai finalis Steel Architectural Awards Indonesia 2026 kategori Commercial.

Dirancang oleh Ir. Budi Sumaatmadja, IAI, AA bersama PT Anggara Architeam dan selesai pada 2026, SMB 2 dikembangkan sebagai urban retreat yang mempertemukan aktivitas retail dengan rekreasi dan kesehatan. 

Pendekatan tersebut sejalan dengan pembahasan arsitektur modern, ketika fungsi, teknologi, material, dan pengalaman ruang berkembang dalam satu gagasan desain.

 

Desain Mall Modern sebagai Urban Retreat

ChatGPT Image Sep 2, 2026, 02_09_48 AM.png

SMB 2 merespons perubahan cara masyarakat menggunakan pusat perbelanjaan dengan menghadirkan program yang lebih beragam.

Program retail dipadukan dengan Olympic pool, leisure pool, kids pool, hydrotherapy pool, wellness & spa, padel, badminton, pickleball, basket, tennis court, hingga jogging track.

Komposisi tersebut membuat desain mall perlu mengakomodasi kebutuhan ruang yang sangat berbeda, mulai dari area komersial hingga area olahraga dengan bentang dan tinggi ruang yang lebih besar.

Fasilitas tambahan tidak ditempatkan sebagai program terpisah. Sirkulasi, atrium, ruang terbuka, dan area komersial dirancang agar saling terhubung.

Pendekatan serupa terhadap hubungan retail dan ruang aktivitas luar juga dapat dibaca pada QBig BSD, yang memperlihatkan bagaimana ruang komersial dapat berkembang melalui hubungan yang lebih terbuka dengan lingkungan.

 

Tiga Atrium Membentuk Pengalaman Desain Mall

Atrium menjadi perangkat orientasi sekaligus pembentuk karakter ruang di dalam SMB 2.

Aviary, Nexus, dan Nautical sebagai Titik Orientasi

Aviary Atrium menggunakan ekspresi menyerupai kepompong, sementara Nexus Atrium tampil lebih monumental melalui masuknya cahaya dari skylight. Nautical Atrium menghadirkan pengalaman berbeda melalui cahaya yang melewati bidang air di atas ruang.

Tiga karakter tersebut membuat desain mall memiliki urutan pengalaman yang berbeda ketika pengunjung berpindah dari satu zona ke zona lain.

Void dan Cahaya Alami sebagai Elemen Ruang

Void membantu menghubungkan lantai sekaligus membawa pencahayaan alami menuju area komunal. Bagi arsitek, atrium kemudian tidak hanya berfungsi sebagai ruang kosong vertikal, tetapi juga sebagai alat orientasi, pencahayaan, dan pencipta atmosfer.

 

Atap Organik sebagai Identitas Summarecon Mall Bekasi 2

SMB2-1-medres-1.jpg

Karakter organik SMB 2 paling kuat terlihat pada komposisi atap di area wellness dan olahraga.

Inspirasi Bentuk Ikan Koi

Bentuk atap pada area kolam renang mengambil inspirasi dari ikan koi yang dalam konsep proyek dikaitkan dengan keseimbangan, harmoni, dan kemakmuran.

Geometri cair tersebut membuat desain mall memiliki siluet yang berbeda dari massa retail konvensional sekaligus memperkuat hubungan dengan tema alam.

Geometri Atap Menyesuaikan Fungsi Tiap Zona

Setiap zona membutuhkan respons atap yang berbeda. Area wellness memiliki karakter lebih organik, lapangan olahraga membutuhkan bentang lebih besar, sedangkan bangunan parkir memiliki kebutuhan konstruksi yang lebih modular.

Karena itu, sistem atap dipilih berdasarkan geometri, fungsi, bentang, serta detail pertemuan masing-masing bagian.

 

Tiga Sistem LYSAGHT® untuk Kebutuhan Atap Berbeda

Satu kompleks menggunakan beberapa profil agar sistem atap dapat mengikuti kebutuhan tiap zona.

  • LOCKED SEAM® untuk Area Wellness

LYSAGHT® LOCKED SEAM® 0,55 mm BMT digunakan pada Wellness Center, Sport Center Lounge, dan Wellness Café. Profil ini mendukung karakter bidang yang lebih ekspresif pada area leisure.

  • FLEX-LOK® untuk Area Olahraga

LYSAGHT® FLEX-LOK® 0,55 mm BMT digunakan pada lapangan tennis, padel, basket, badminton, pickleball, serta kanopi drop-off berbentuk oval dan area loading.

Fleksibilitas ini memberi arsitek ruang untuk menangani beberapa geometri dalam satu bahasa material.

  • KLIP-LOK® OPTIMA™ untuk Bangunan Parkir

LYSAGHT® KLIP-LOK® OPTIMA™ 0,45 mm BMT digunakan pada kanopi bangunan parkir dan atap ramp. Pembagian profil memperlihatkan bahwa desain mall berskala besar dapat menggunakan sistem berbeda sesuai tuntutan masing-masing zona.

 

COLORBOND® Gull Grey Menyatukan Desain Mall

pembukaan-summarecon-mall-bekasi-ii-1770258644199_169.jpeg

Walaupun menggunakan tiga profil LYSAGHT®, seluruh sistem atap dipersatukan melalui COLORBOND® Gull Grey. Warna yang konsisten membantu berbagai geometri tetap terbaca sebagai bagian dari satu komposisi arsitektur.

Surat proyek juga mencatat PT Manunggal Multidaya sebagai pemasok produk BlueScope pada SMB 2. Bagi arsitek, pilihan material perlu dibaca bersama bentuk atap, ukuran bidang, struktur, sambungan, dan warna. Referensi produk untuk bangunan komersial dapat dikaji bersama pilihan warna standar pada tahap pengembangan material.

COLORBOND® Steel tahun ini telah memasuki usia 60 tahun sebagai merek global material metal berlapis dari BlueScope yang terus dikembangkan menyesuaikan kebutuhan masa kini dan masa depan.

SMB 2 menunjukkan bahwa kompleksitas program dapat dikelola dengan membagi sistem berdasarkan fungsi, kemudian menyatukannya kembali melalui ruang, bentuk, dan material.

Atrium membangun orientasi, fasilitas wellness memperluas program, sedangkan atap organik membentuk identitas. 

Beragam referensi proyek komersial juga memperlihatkan bagaimana tipologi komersial dapat berkembang melalui respons ruang, fungsi, dan selubung yang berbeda. 

Dalam konteks pengembangan fasilitas komersial yang mengutamakan pengalaman pengunjung, Jakarta Premium Outlet menunjukkan bagaimana konsep mall terbuka dapat menghubungkan aktivitas retail dengan ruang luar. 

Sementara itu, Euroasiatic memberikan perspektif mengenai bagaimana pendekatan desain yang lebih hijau dapat diterapkan pada sebuah fasilitas. 

Kedua referensi tersebut menjadi pembanding bagi Summarecon Mall Bekasi 2, yang memadukan fungsi retail dan wellness dengan elemen alam untuk membentuk pengalaman ruang yang lebih menyeluruh. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana fungsi komersial, ruang hijau, dan karakter arsitektur dapat dirancang secara terpadu. 

Bagi arsitek, SMB 2 menegaskan bahwa desain mall tidak perlu bergantung pada satu sistem untuk seluruh bangunan. Geometri dan fungsi dapat berbeda, selama hubungan ruang dan materialnya tetap konsisten. Kebutuhan profil, warna, maupun detail atap pada proyek komersial dapat dibahas melalui konsultasi teknis proyek.

 

FAQ

Siapa arsitek Summarecon Mall Bekasi 2?

Proyek ini dirancang oleh Ir. Budi Sumaatmadja, IAI, AA bersama PT Anggara Architeam.

Berapa luas Summarecon Mall Bekasi 2?

Project summary mencatat luas bangunan sekitar 81.100 m².

Apa konsep utama Summarecon Mall Bekasi 2?

SMB 2 dikembangkan sebagai urban retreat yang menggabungkan retail, wellness, olahraga, ruang komunal, dan elemen alam.

Apa saja atrium di SMB 2?

Terdapat tiga atrium utama, yaitu Aviary, Nexus, dan Nautical, dengan karakter ruang serta pencahayaan yang berbeda.

Sistem atap apa yang digunakan?

Proyek menggunakan LYSAGHT® LOCKED SEAM® 0,55 mm BMT, FLEX-LOK® 0,55 mm BMT, dan KLIP-LOK® OPTIMA™ 0,45 mm BMT dengan COLORBOND® Gull Grey.

 

Sumber referensi : 

  1. Steel Architectural Award 2026
  2. Referensi para finalis Steel Architectural Award 2026 dari website COLORBOND® 
  1. Referensi Artikel related dari website COLORBOND® steel