Mewujudkan Bangunan Hijau di Indonesia bersama Colorbond

13 Jun 2023

Mewujudkan Bangunan Hijau di Indonesia bersama Colorbond

Share:

Penerapan green building atau bangunan hijau semakin menjadi perhatian dalam dunia arsitektur seiring meningkatnya kebutuhan akan bangunan yang efisien, nyaman, dan berorientasi jangka panjang. 

Konsep ini tidak hanya berfokus pada efisiensi energi, tetapi juga mempertimbangkan penggunaan material, pengelolaan sumber daya, hingga kualitas lingkungan binaan. 

Pendekatan tersebut juga banyak diterapkan pada kawasan komersial yang mengintegrasikan ruang terbuka dan desain bangunan, sehingga tercipta lingkungan yang lebih adaptif terhadap iklim sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman pengguna.

 

Prinsip Green Building dalam Perancangan Bangunan

green building.jpg

Green building merupakan pendekatan desain yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi sepanjang siklus hidup bangunan. 

Mengacu pada Green Building Council Indonesia (2012), konsep ini mencakup pengembangan lahan, efisiensi energi, konservasi air, kualitas ruang dalam, pengelolaan lingkungan gedung, serta pemilihan material.

Bagi arsitek, setiap parameter tersebut saling berkaitan. Keputusan pada tahap desain, mulai dari orientasi bangunan, bentuk atap, hingga pemilihan material, akan memengaruhi performa bangunan selama masa operasionalnya.

 

Bangunan Hijau Dimulai dari Selubung Bangunan

TitikTentram_Colorbond.webp

Salah satu aspek penting dalam mewujudkan bangunan hijau adalah perancangan selubung bangunan atau building envelope. Atap dan fasad berfungsi mengendalikan panas matahari, pencahayaan alami, serta kenyamanan ruang sehingga menjadi bagian penting dalam strategi efisiensi energi.

Pendekatan tersebut juga terlihat pada bangunan bentang lebar yang mengoptimalkan efisiensi desain, di mana sistem atap dan fasad dirancang untuk mendukung kebutuhan ruang sekaligus meningkatkan performa bangunan secara keseluruhan.

Material Berperan dalam Efisiensi Energi

Material yang digunakan pada atap dan fasad berkontribusi terhadap besarnya panas yang diteruskan ke dalam bangunan. 

Oleh karena itu, pemilihan material menjadi salah satu strategi yang dapat membantu mengurangi kebutuhan energi untuk pendinginan sekaligus menjaga kenyamanan ruang.

Salah satu contohnya pada proyek Indonesia Arena yang menggabungkan desain fasilitas olahraga dengan konsep arsitektur berkelanjutan. 

Saat meninjau pembangunannya, perwakilan FIBA memberikan apresiasi terhadap komitmen Indonesia dalam menghadirkan venue olahraga yang mengusung prinsip sustainability dan efisiensi energi. (Sumber: Antara News)

Pengakuan ini memperlihatkan bahwa setiap elemen bangunan, termasuk sistem struktur, desain atap, hingga pemilihan material, memiliki peran penting dalam menciptakan fasilitas olahraga yang lebih ramah lingkungan dan berdaya guna dalam jangka panjang. 

 

Arsitektur Hijau Memerlukan Material yang Berkelanjutan

COLORBOND® Gull Grey Atap ICE BSD.jpg

Dalam arsitektur hijau, material tidak hanya dinilai dari tampilannya, tetapi juga dari siklus hidupnya. Material dengan umur layanan panjang, dapat didaur ulang, dan mendukung efisiensi pemeliharaan memberikan kontribusi terhadap terciptanya bangunan berkelanjutan.

Sejak tahap konsep, arsitek umumnya mengevaluasi material untuk aplikasi atap dan fasad bangunan komersial agar selaras dengan kebutuhan desain, efisiensi konstruksi, dan performa bangunan. 

Pendekatan ini juga dapat ditemukan pada berbagai referensi proyek bangunan komersial, yang menunjukkan bagaimana material menjadi bagian dari strategi desain pada berbagai tipe bangunan.

Ingin melihat inspirasi dari para finalis dan pemenang Steel Architectural Award 2024? Kunjungi halaman COLORBOND® untuk melihat berbagai proyek terpilih yang bisa menjadi referensi desain bangunan Anda.

  1. Quantis Club House
  2. Pondok Indal Mall 3
  3. FNI Head Office
  4. Mayora Head Office Canteen

 

Material Baja Lapis Warna untuk Mendukung Green Building

ChatGPT Image 6 Jul 2026, 12.46.27.png

Pemilihan material merupakan salah satu keputusan penting dalam mewujudkan green building. COLORBOND® Matt dikembangkan untuk mendukung kebutuhan arsitektur modern melalui permukaan matte, bobot yang ringan, serta material baja yang dapat didaur ulang. 

Selain itu, beragam pilihan warna yang tersedia memberikan fleksibilitas bagi arsitek dalam menciptakan tampilan bangunan yang selaras dengan konsep desain dan karakter visual yang diinginkan.

Teknologi Thermatech® membantu mengurangi penyerapan panas pada permukaan atap, sementara Clean Technology menjaga tampilan material sehingga mendukung efisiensi pemeliharaan. Selain itu, nilai Gloss Unit (GU) yang rendah juga membantu mengurangi efek silau pada aplikasi tertentu, termasuk bangunan di kawasan penerbangan.

Karakter tersebut menjadikan COLORBOND® Matt sesuai untuk berbagai aplikasi pada bangunan komersial yang mengedepankan prinsip bangunan hijau dan arsitektur berkelanjutan.

Keberhasilan sebuah green building tidak hanya ditentukan oleh konsep desain, tetapi juga oleh material yang mendukung tujuan keberlanjutan. Material untuk atap dan fasad perlu mampu mengikuti kebutuhan desain sekaligus memberikan performa yang sesuai dengan kondisi iklim dan fungsi bangunan.

Melalui pilihan produk untuk aplikasi komersial, COLORBOND® menghadirkan material baja lapis warna yang mendukung eksplorasi desain arsitektur, efisiensi pemeliharaan, serta penggunaan material yang dapat didaur ulang. Kombinasi tersebut menjadikannya salah satu solusi untuk mewujudkan bangunan berkelanjutan pada berbagai tipe proyek komersial.

Setiap proyek memiliki tantangan desain dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, konsultasi mengenai pemilihan material untuk kebutuhan proyek dapat membantu menentukan solusi yang selaras dengan konsep arsitektur, performa bangunan, dan tujuan keberlanjutan. 

 

FAQ

Apa yang dimaksud dengan green building?

Green building adalah konsep perancangan dan pengelolaan bangunan yang mengutamakan efisiensi energi, konservasi sumber daya, kualitas lingkungan, serta penggunaan material yang mendukung keberlanjutan.

Apa perbedaan green building dan arsitektur hijau?

Green building berfokus pada performa bangunan secara menyeluruh, sedangkan arsitektur hijau lebih menitikberatkan pada pendekatan desain yang mempertimbangkan hubungan antara bangunan, pengguna, dan lingkungan.

Mengapa pemilihan material penting untuk bangunan berkelanjutan?

Material memengaruhi efisiensi energi, umur layanan bangunan, kebutuhan pemeliharaan, dan potensi daur ulang sehingga menjadi salah satu faktor utama dalam mewujudkan bangunan yang berkelanjutan.

 

Referensi:

  1. Referensi para finalis Steel Architectural Award 2024 dari website COLORBOND® 
  1. Referensi Artikel related dari website COLORBOND® steel
  1. Antara News