25 Aug 2026
Basko City Mall dan Strategi Plaza Semi-Outdoor
Basko City Mall dan Strategi Plaza Semi-Outdoor
Share:
Arsitektur mall kini tidak cukup hanya menyediakan ruang bagi tenant dan jalur belanja. Pusat perbelanjaan juga perlu membentuk ruang publik yang mudah dipahami, memberi tempat bagi aktivitas komunitas, serta memiliki identitas yang relevan dengan konteks kotanya.
Basko City Mall di Padang menerapkan pendekatan tersebut melalui plaza semi-outdoor, atrium linier, struktur bentang lebar, dan karakter Modern Moroccan. Proyek seluas sekitar 46.331 m² ini mulai digunakan pada 2025 dan diajukan oleh Sean Tony, ST, Design Principal Arete Arsitek.
Pendekatannya memperlihatkan sejumlah prinsip arsitektur modern, terutama dalam menyatukan fungsi, struktur, material, identitas, dan pengalaman pengguna.
Dari Pusat Perbelanjaan Menjadi Ruang Komunal Kota

Basko City Mall menempatkan program retail sebagai bagian dari kehidupan urban, bukan sebagai fungsi yang berdiri sendiri.
1. Program Retail yang Terhubung dengan Aktivitas Publik
Tenant komersial disusun bersama area F&B, balkon, koridor terbuka, dan ruang acara. Pengunjung dapat berbelanja, makan, bertemu, atau mengikuti kegiatan komunitas dalam satu rangkaian ruang.
Pendekatan serupa terlihat pada QBIG BSD, yang mempertemukan retail, lanskap, dan aktivitas luar ruang dalam satu sistem.
2. Plaza sebagai Jantung Sosial Basko City Mall
Plaza semi-outdoor ditempatkan sebagai pusat aktivitas. Massa dua lantai membingkai ruang dari kedua sisi, sementara tenant F&B dan balkon menjaga hubungan visual dengan kegiatan di bawah.
Perkerasan berpola, tempat duduk, vegetasi, elemen air, dan perubahan ketinggian membentuk area untuk berjalan, berkumpul, atau menyaksikan acara.
Karakter Arsitektur yang Menyatukan Identitas dan Fungsi

Identitas Basko City Mall karya Sean Tony, ST, Design Principal Arete Arsitek, dibentuk melalui bahasa desain yang konsisten dari fasad hingga interior.
1. Modern Moroccan sebagai Bahasa Desain Kontemporer
Pendekatan Modern Moroccan diterjemahkan melalui geometri lengkung, pola berulang, bidang berlapis, warna hangat, dan ruang komunal. Referensi budaya diolah agar sesuai dengan kebutuhan retail masa kini.
Strategi ini membuat arsitektur mall tetap memiliki konteks sekaligus tampil kontemporer. Identitas hadir melalui proporsi, cahaya, ritme, dan pengalaman ruang.
2. Pengulangan Arch untuk Membentuk Ritme Fasad
Bentuk arch muncul pada fasad plaza, bukaan tenant, koridor, dan paviliun F&B. Perulangannya memecah panjang bangunan menjadi modul yang lebih dekat dengan skala pejalan kaki.
Setiap lengkung membingkai aktivitas sekaligus menjaga ritme fasad terbaca jelas.
3. Massa Bertingkat sebagai Pembentuk Landmark Kota
Pada area drop-off, volume tinggi berwarna hangat menjadi penanda utama. Fasad kaca, bidang gelap, dan kanopi lebar membangun hierarki yang mudah dikenali dari jalan.
Pada sisi plaza, massa dua lantai menghadirkan skala yang lebih dekat dengan pejalan kaki. Perubahan skala ini membuat kompleks tetap kuat sebagai landmark, tetapi tidak terasa terlalu monumental.
4. Material dan Warna sebagai Penghubung Eksterior–Interior
Palet material memadukan kaca, panel metal, permukaan putih, bidang hangat, dan elemen gelap. Warna putih menegaskan rangkaian arch, sedangkan warna hangat menandai volume utama.
Nuansa serupa diteruskan ke balkon, plafon, dan kolom interior. Kajian warna dapat dikembangkan melalui pilihan warna standar dengan mempertimbangkan orientasi dan skala bidang.
Strategi Plaza Semi-Outdoor pada Basko City Mall
Kualitas plaza dibentuk oleh hubungan massa, tenant, naungan, dan lanskap.
1. Massa Dua Lantai sebagai Pembingkai Plaza
Bangunan di kedua sisi membentuk batas yang jelas sekaligus mempertahankan hubungan ke langit. Skala dua lantai memudahkan pengunjung membaca tenant dan akses vertikal.
Pembingkaian tersebut membuat plaza terasa sebagai ruang dengan identitas yang jelas, bukan sekadar area kosong di antara massa bangunan.
2. Tenant F&B yang Menghadap Langsung ke Ruang Terbuka
Bukaan besar memungkinkan aktivitas makan meluas ke teras, sekaligus menjaga plaza tetap aktif. Hubungan langsung antara tenant dan area luar juga membangun pengawasan alami dari balkon, koridor, dan area duduk.
3. Balkon dan Kanopi sebagai Lapisan Naungan
Balkon dan kanopi membentuk ruang transisi, mengurangi paparan langsung, dan memberi kedalaman pada fasad.
Elemen tersebut juga membantu membentuk batas antara interior berpendingin, teras tenant, dan ruang plaza yang lebih terbuka.
4. Vegetasi, Elemen Air, dan Ruang Duduk
Lanskap memperlunak bidang geometris, mengarahkan pergerakan, dan membentuk kelompok aktivitas.
Vegetasi, elemen air, dan tempat duduk tidak hanya menjadi dekorasi. Ketiganya membantu menciptakan titik orientasi serta mendukung pengunjung untuk menggunakan plaza dalam durasi yang lebih panjang.
5. Plaza Fleksibel untuk Acara dan Aktivitas Komunitas
Area terbuka dapat digunakan untuk pertunjukan, eksibisi, atau ruang berkumpul, didukung akses servis, titik listrik, pencahayaan, dan jalur sirkulasi.
Fleksibilitas ini menunjukkan bahwa ruang komunitas dapat direncanakan bersama kebutuhan operasional retail sejak tahap awal desain.
Peran Colorbond Steel dalam Desain Atap Basko City Mall

Perbedaan program membutuhkan sistem struktur dan atap yang mengikuti bentang, ketinggian, serta perubahan fungsi.
1. Struktur Bentang Lebar pada Atrium dan Anchor Tenant
Struktur bentang lebar mengurangi jumlah kolom, membuka hubungan visual antarlantai, dan memberi keleluasaan perubahan layout.
Pada atrium, strategi tersebut membantu menjaga void tetap terbuka. Pada anchor tenant, bentang luas memberi ruang bagi program dengan kebutuhan sirkulasi dan pembagian area yang lebih khusus.
2. Fleksibilitas Layout bagi Tenant Komersial
Grid struktur, modul fasad, utilitas, dan akses servis perlu dikembangkan sebagai satu sistem. Atrium linier dan single corridor menjaga orientasi tetap jelas ketika susunan tenant berubah.
Ragam pendekatan terhadap bentang, struktur, dan selubung bangunan dapat dipelajari melalui proyek-proyek finalis dan pemenang Steel Architectural Award 2024. Setiap karya menghadirkan strategi desain yang berbeda, mulai dari pengolahan geometri atap, sistem struktur bentang lebar, hingga integrasi material baja sebagai elemen arsitektur. Beberapa proyek yang menarik untuk dikaji antara lain:
- Quantis Club House — eksplorasi hubungan antara bentuk atap, ruang interior, dan lanskap sekitar.
- Pondok Indah Mall 3 — penerapan elemen struktur dan selubung bangunan untuk mendukung kebutuhan pusat komersial berskala besar.
- Jakarta International Stadium — strategi desain atap bentang lebar yang menjawab kebutuhan fasilitas olahraga dengan kapasitas besar.
3. Kebutuhan Bentang Khusus pada Area Bioskop
Auditorium bioskop memerlukan ruang luas, ketinggian tertentu, pengendalian akustik, dan jumlah kolom minimal.
Dokumen proyek mencatat panel atap metal ZINCALUME® diproduksi melalui metode roll on site agar mengikuti panjang bidang dan mengurangi sambungan melintang. Strategi ini mendukung kontinuitas permukaan pada bidang atap yang panjang.
4. Atap Metal pada Atrium dan Paviliun F&B
Atap metal LYSAGHT® diterapkan pada atrium belakang dan paviliun F&B. Perbedaan skala keduanya tetap disatukan oleh karakter material yang konsisten.
Bentuk atap atrium mengikuti kebutuhan ruang luas, sedangkan atap paviliun membantu membedakan volume F&B dari massa utama plaza.
5. Skylight pada Leher Atap untuk Cahaya Alami
Skylight ditempatkan di antara bidang atap dan dinding vertikal. Posisi ini memasukkan cahaya dari tepian atrium sekaligus menjaga bentuk utama atap tetap terbaca utuh.
Detailnya membutuhkan koordinasi antara kaca, kusen, flashing, struktur, plafon, dan arah aliran air.
6. Talang Tersembunyi dan Strategi Drainase
Talang ditempatkan di balik parapet agar tidak mendominasi tampilan fasad. Penyelesaiannya perlu memperhitungkan kapasitas aliran, kemiringan, akses pemeriksaan, pipa tegak, dan jalur limpasan darurat.
Wujudkan Pusat Perbelanjaan dengan Produk COLORBOND® Steel
Pemilihan material atap perlu mengikuti bentang, geometri, kondisi tapak, metode pemasangan, dan pemeliharaan. Referensi produk untuk bangunan komersial dan proyek komersial dapat membantu membaca penerapannya pada beragam skala.
Dokumen Basko City Mall menunjukkan penggunaan material metal pada bioskop, atrium belakang, dan paviliun F&B. Namun, tipe profil LYSAGHT®, ketebalan, warna resmi, pemasok, dan luas aplikasinya masih memerlukan konfirmasi melalui dokumen teknis proyek.
COLORBOND® Steel tahun ini telah memasuki usia 60 tahun sebagai merek global material metal berlapis dari BlueScope yang terus dikembangkan menyesuaikan kebutuhan masa kini dan masa depan. Kesesuaian profil, warna, panjang panel, dan sistem pemasangan dengan rancangan dapat dibahas melalui konsultasi teknis bersama tim COLORBOND® Steel.
FAQ
Apa konsep utama Basko City Mall?
Basko City Mall menggabungkan Modern Moroccan, plaza semi-outdoor, atrium linier, dan ruang komunitas dalam satu sistem arsitektur mall.
Mengapa plaza semi-outdoor menjadi bagian penting?
Plaza menghubungkan tenant, F&B, balkon, lanskap, dan aktivitas komunitas sehingga mall memiliki ruang sosial yang aktif.
Apa manfaat struktur bentang lebar?
Bentang lebar mengurangi jumlah kolom, membuka hubungan visual, dan memberi keleluasaan dalam mengatur layout tenant.
Bagaimana skylight membantu atrium?
Skylight pada leher atap membawa cahaya dari tepian ruang dan mengikuti komposisi plafon interior.
Mengapa talang ditempatkan di balik parapet?
Posisi tersebut menjaga bidang fasad tetap bersih, dengan syarat kapasitas aliran dan akses pemeriksaan direncanakan secara tepat.
Sumber Referensi:
- Referensi para finalis Steel Architectural Award 2024 dari website COLORBOND®
- Referensi Artikel related dari website COLORBOND® steel


