Rahasia di Balik Sistem Atap Buka-Tutup Jakarta International Stadium

20 Oct 2026

Rahasia di Balik Sistem Atap Buka-Tutup Jakarta International Stadium

Share:

Desain stadion berskala besar tidak cukup hanya menyelesaikan kapasitas tribun dan kualitas lapangan. Arsitek perlu mempertemukan struktur bentang lebar, pergerakan puluhan ribu pengguna, ventilasi, akustik, pencahayaan alami, hingga perubahan konfigurasi acara dalam satu sistem bangunan.

Jakarta International Stadium atau JIS karya Pandega Desain Weharima berada di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Bangunan seluas 170.656 m² ini menampung sekitar 82.000 penonton dan mencapai ketinggian 73 meter. 

Salah satu elemen paling menentukan dalam desain stadion proyek finalis Steel Architectural Award kategori Infrastruktur ini adalah atap buka-tutup dengan bentang sekitar 200 meter. Sistem ini berkaitan dengan prinsip struktur stadion modern, terutama ketika bentang, beban, visibilitas, dan operasional perlu dikoordinasikan sejak tahap konsep.

Pendekatan serupa juga dapat ditemukan pada proyek finalis Steel Architectural Award 2024 lainnya, seperti GOR Djarum Magelang mengolah bentang ruang olahraga untuk menjaga gerak atlet dan kualitas pandang, Indonesia Arena memakai space frame serta tribun fleksibel untuk berbagai acara, sedangkan Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah menyusun atap terminal berdasarkan pertumbuhan kapasitas, iklim pesisir, dan identitas regional.

 

Bagaimana Konsep Jakarta International Stadium Berkembang? 

Futuristic Stadium Under Blue Skies.png

Jakarta International Stadium (JIS) dirancang sebagai pengganti Stadion Lebak Bulus dengan lokasi baru di kawasan Taman BMW. Perpindahan tapak membawa tantangan berupa kondisi tanah berkadar garam tinggi, kebutuhan integrasi transportasi publik, serta upaya mempertahankan karakter ruang hijau kawasan. 

Karena itu, desain stadion dikembangkan dengan mengutamakan ruang terbuka, aksesibilitas, dan identitas budaya Jakarta.

Seiring perkembangan proyek, kapasitas Jakarta International Stadium meningkat dari rencana awal sekitar 40.000 menjadi lebih dari 80.000 penonton. Perubahan ini tidak hanya berdampak pada penambahan jumlah kursi, tetapi juga mempengaruhi desain tribun, struktur, sirkulasi, hingga sistem evakuasi agar stadion tetap mampu mengakomodasi pergerakan pengunjung dalam jumlah besar dengan aman dan teratur.

Kemampuan tersebut kemudian mendukung JIS untuk digunakan dalam berbagai kegiatan berskala besar di luar pertandingan olahraga. Salah satunya terlihat pada penyelenggaraan JIS Ramadhan Festival 2026 pada 1 Maret 2026 yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Dalam kunjungannya, ia menyampaikan harapan agar JIS semakin dekat dengan masyarakat serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga Tanjung Priok dan sekitarnya.(Sumber: ANTARA News)

Pendekatan program yang fleksibel juga terlihat pada Quantis Club House, yang berkembang dari clubhouse privat menjadi sports hub kawasan. Meskipun berbeda skala, keduanya menunjukkan bahwa perubahan program perlu diikuti penataan ulang akses, zonasi, dan struktur ruang.

 

Teknologi Atap dan Struktur yang Membentuk Fleksibilitas Jakarta International Stadium

Empty Stadium Under Open Sky.png

Atap dan struktur Jakarta International Stadium (JIS) dirancang sebagai satu sistem yang memungkinkan stadion digunakan untuk pertandingan sepak bola maupun berbagai acara berskala besar. Fleksibilitas tersebut didukung oleh kombinasi teknologi atap bergerak, bentang struktur yang lebar, hingga strategi ventilasi alami.

Atap Buka-Tutup untuk Beragam Kebutuhan Acara

JIS menggunakan sistem atap buka-tutup yang dapat menyesuaikan fungsi stadion. Saat pertandingan berlangsung, bagian tengah atap dibuka agar lapangan memperoleh cahaya matahari dan sirkulasi udara alami. Ketika digunakan untuk konser atau acara lain, atap dapat ditutup untuk melindungi area utama dari hujan sekaligus memperluas kemungkinan penggunaan stadion.

Sistem ini memerlukan koordinasi yang presisi antara mekanisme penggerak, jalur rel, struktur utama, pencahayaan, perangkat suara, catwalk, hingga akses pemeliharaan agar seluruh komponen dapat bekerja secara aman dan efisien.

Struktur Bentang Lebar yang Menjadi Ikon Stadion

Bentang atap sekitar 200 meter didukung oleh delapan king post beton bertulang setinggi kurang lebih 70 meter. Sistem ini dipilih untuk mengurangi kebutuhan kantilever berukuran sangat besar sekaligus menjaga ruang di bawah atap tetap bebas kolom.

Selain menopang beban atap, king post juga menjadi elemen visual yang membentuk siluet khas JIS di kawasan Jakarta Utara. Seluruh sistem struktur dirancang untuk menahan beban angin, hujan, hingga pergerakan atap operasional melalui koordinasi struktur dan pemodelan digital.

ETFE dan Ventilasi Alami untuk Kenyamanan Ruang

Bagian tengah atap menggunakan material transparan ETFE seluas sekitar satu hektare sehingga cahaya alami tetap dapat mencapai lapangan meskipun atap berada dalam posisi tertutup. Material ini membantu menjaga kualitas rumput sekaligus mempertahankan hubungan visual dengan kondisi luar.

Di sisi lain, kenyamanan area tribun dan concourse didukung oleh ventilasi alami melalui fasad berpori serta atap yang dapat dibuka. Udara mengalir secara alami pada volume stadion yang besar, sementara sistem pendingin mekanis hanya diterapkan pada ruang-ruang khusus seperti lounge VIP, ruang ganti pemain, dan area tertutup lainnya. Strategi ini membuat performa bangunan tetap efisien tanpa mengurangi kenyamanan pengguna.

 

Identitas Arsitektur Jakarta International Stadium

ChatGPT Image 20 Jul 2026, 14.53.09.png

Identitas Jakarta International Stadium tidak hanya dibentuk melalui skala bangunan, tetapi juga melalui interpretasi budaya Betawi yang diterjemahkan ke dalam bentuk, fasad, dan warna. Pendekatan ini menjadikan stadion memiliki karakter yang kuat sekaligus tetap relevan dengan arsitektur kontemporer.

Inspirasi Budaya Betawi pada Bentuk dan Fasad

Massa stadion terinspirasi dari penutup kepala pengantin pria Betawi yang diterjemahkan menjadi bentuk melingkar mengelilingi tribun dan lapangan. Sementara itu, pola perforasi pada fasad mengadaptasi motif gigi balang khas rumah tradisional Betawi, serta dipadukan dengan motif harimau sebagai representasi identitas Persija.

Selain memperkuat karakter visual, pola fasad juga membantu mengatur porositas bangunan, menciptakan bayangan, dan mendukung sirkulasi udara alami pada area stadion.

Warna yang Memperkuat Karakter Stadion

Palet abu-abu dan putih dipilih agar massa stadion tetap menyatu dengan langit Jakarta pada siang hari, sementara pencahayaan LED menjadikan bangunan tampil sebagai landmark pada malam hari. Di bagian interior, penggunaan warna oranye dan abu-abu pada tribun menghadirkan identitas Persija sekaligus memperkuat pengalaman visual pengunjung saat berada di dalam stadion.

 

Material Atap yang Mendukung Performa Stadion Modern

Pemilihan material atap pada Jakarta International Stadium disesuaikan dengan bentang struktur yang besar, kondisi lingkungan pesisir, serta kebutuhan operasional stadion. Atap JIS menggunakan COLORBOND® Steel dengan substrat XAL Aluminium Alloy 3105 H16, yang dirancang untuk memberikan ketahanan pada lingkungan dengan tingkat korosi lebih tinggi seperti kawasan Tanjung Priok.

Selain itu, penggunaan warna Off-White dengan Solar Reflectance Index (SRI) 86 membantu mengurangi penyerapan radiasi matahari pada permukaan atap sehingga mendukung kenyamanan termal bangunan. Strategi pemilihan material ini juga menjadi salah satu bagian dari pendekatan bangunan berkelanjutan yang berkontribusi terhadap pencapaian Greenship Platinum.

Dalam proyek stadion maupun infrastruktur publik lainnya, pemilihan material tidak hanya mempertimbangkan kekuatan struktur, tetapi juga profil atap, sistem sambungan, metode pemasangan, kebutuhan perawatan, serta karakter lingkungan tempat bangunan berdiri. Dengan pendekatan tersebut, atap dapat berfungsi tidak hanya sebagai pelindung bangunan, tetapi juga sebagai bagian dari sistem struktur, pengendali iklim, dan identitas arsitektur.

Untuk menentukan material, profil, maupun sistem atap yang sesuai dengan kebutuhan proyek, Anda dapat berkonsultasi dengan tim teknis agar solusi yang dipilih selaras dengan karakter bangunan dan kondisi lokasi proyek. 

 

FAQ tentang Jakarta International Stadium

Bagian berikut merangkum keputusan teknis utama pada stadion.

Mengapa JIS menggunakan atap buka-tutup?

Atap operasional memungkinkan stadion beradaptasi terhadap pertandingan sepak bola, konser, hujan, serta kebutuhan cahaya dan udara pada lapangan.

Apa fungsi delapan king post?

King post menopang struktur atap bentang lebar, membantu menyalurkan beban, dan membentuk siluet khas stadion.

Mengapa ETFE digunakan pada bagian tengah atap?

ETFE membawa cahaya ke lapangan ketika bidang atap lain tertutup dan menjaga hubungan ruang utama dengan pencahayaan alami.

Bagaimana ventilasi alami bekerja di JIS?

Udara masuk melalui fasad berlubang, bergerak melintasi area sirkulasi dan tribun, kemudian keluar melalui area yang lebih tinggi serta bukaan atap.

Bagaimana identitas Betawi diterapkan?

Identitas Betawi diterjemahkan melalui inspirasi bentuk penutup kepala pengantin pria dan pola perforasi gigi balang pada fasad.

Sumber Artikel

  1. Steel Architectural Award
  2. Referensi para finalis Steel Architectural Award 2024 dari website COLORBOND® 
  1. Referensi Artikel related dari website COLORBOND® steel
  1. ANTARA News