20 Oct 2026
Atap Indonesia Arena GBK Terlihat Ikonik Karena Ini
Atap Indonesia Arena GBK Terlihat Ikonik Karena Ini
Share:
Desain stadion modern tidak hanya ditentukan oleh kapasitas tribun atau skala bangunan. Bagi arsitek, arena besar perlu mempertemukan visibilitas penonton, fleksibilitas acara, sirkulasi ribuan pengguna, bentang struktur, dan respons iklim dalam satu sistem yang mampu bekerja pada berbagai konfigurasi.
Indonesia Arena di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, hasil karya arsitektur Ar. Rafael David Pasaribu memperlihatkan bagaimana desain stadion modern diterjemahkan menjadi ruang tertutup berkapasitas lebih dari 16.000 penonton. Bersama teamh Aboday bersama KSO Adhi Karya Nindya Karya Penta menempatkan bentang lebar, tribun adaptif, fasad berpori, dan atap sebagai elemen yang saling berkaitan.
Keberhasilan Indonesia menjadi finalis kategori Infrastructure dalam Steel Architectural Award 2024 semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu referensi desain stadion modern. Pendekatan serupa juga dapat ditemukan pada proyek finalis Steel Architectural Award 2024 lainnya, seperti :
- Jakarta International Stadium menempatkan bentang atap dan visibilitas sebagai dasar pengalaman penonton.
- Loyola Student Center menunjukkan bagaimana bentang dan selubung mendukung ruang pendidikan yang adaptif.
- GOR Djarum Magelang mengolah kebutuhan teknis bulu tangkis dalam skala yang lebih intim.
Ketiganya menegaskan bahwa desain stadion modern dan bangunan bentang lebar tidak dapat dipisahkan dari karakter aktivitas, jumlah pengguna, kondisi iklim, serta detail operasional.
Mengenal Indonesia Arena sebagai Infrastruktur Publik

Indonesia Arena dibangun untuk memenuhi kebutuhan ajang olahraga internasional sekaligus menjadi arena multifungsi yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
1. Menjawab Kebutuhan Arena Bertaraf Internasional
Indonesia Arena hadir sebagai bagian dari persiapan FIBA Basketball World Cup 2023, ketika kapasitas Istora GBK dinilai belum memenuhi standar penyelenggaraan. Berdiri di atas lahan sekitar 3,2 hektare di kawasan GBK, arena ini dirancang untuk mengakomodasi pertandingan olahraga, konser, pameran, hingga konferensi dalam satu fasilitas yang fleksibel.
2. Menyatu dengan Kawasan GBK
Meski memiliki skala yang monumental, Indonesia Arena tetap menjaga keselarasan dengan kawasan GBK melalui podium dua lantai yang membentuk proporsi bangunan. Pendekatan ini menunjukkan pentingnya menyesuaikan desain dengan konteks kawasan, sebagaimana terlihat pada Bandara Raja Haji Fisabilillah yang mengintegrasikan fungsi, identitas lokal, dan kondisi lingkungan dalam rancangan arsitekturnya.
Fleksibilitas Ruang dalam Desain Stadion Modern

Arena multifungsi membutuhkan ruang yang dapat beradaptasi dengan berbagai jenis kegiatan tanpa mengurangi kenyamanan dan efisiensi operasional.
1. Tribun Teleskopik untuk Beragam Konfigurasi Acara
Indonesia Arena menggunakan tiga tingkat tribun dan satu tingkat skybox, dengan tribun bawah dilengkapi kursi teleskopik yang dapat dilipat atau ditarik. Sistem ini memungkinkan arena beralih fungsi untuk pertandingan olahraga, konser, pameran, hingga konferensi. Fleksibilitas tersebut tetap didukung oleh perencanaan kapasitas, garis pandang, akustik, serta jalur evakuasi yang optimal.
2. Podium yang Mendukung Operasional Stadion
Podium mengelilingi arena utama dan menampung ruang latihan, area komersial, fasilitas atlet, serta ruang operasional. Pemisahan jalur untuk penonton, atlet, VIP, media, staf, dan logistik membuat berbagai aktivitas dapat berlangsung bersamaan tanpa mengganggu kelancaran penyelenggaraan acara.
Kejelasan hirarki ruang dan sirkulasi menjadi bagian penting dalam desain stadion modern, terutama karena setiap perubahan jenis acara perlu tetap dapat mengakomodasi pergerakan pengunjung secara tertib tanpa menimbulkan konflik antar area. Fleksibilitas inilah yang turut mendukung Indonesia Arena untuk digunakan dalam berbagai agenda berskala besar, tidak hanya untuk olahraga dan hiburan, tetapi juga kegiatan nasional.
Salah satunya terlihat saat Indonesia Arena menjadi lokasi penyelenggaraan Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada 12 Juli 2026. Kehadiran Presiden dalam agenda tersebut semakin memperkuat peran Indonesia Arena sebagai salah satu venue utama yang mampu mengakomodasi beragam kegiatan nasional dengan kebutuhan fungsi dan skala yang berbeda. (Sumber: Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia)
Struktur Bentang Lebar dan Kualitas Pandang
Desain stadion modern membutuhkan struktur yang mampu menciptakan ruang luas tanpa mengurangi kenyamanan visual penonton.
1. Space Frame untuk Arena Bebas Kolom
Indonesia Arena menggunakan struktur space frame dengan bentang sekitar 127 × 102 meter sehingga area utama bebas dari kolom. Solusi ini memberikan fleksibilitas untuk berbagai konfigurasi lapangan maupun panggung, sekaligus mempertahankan pandangan penonton ke area utama. Perencanaan struktur juga terintegrasi dengan pencahayaan, sistem utilitas, dan jalur pemeliharaan.
2. Tribun yang Menjaga Kualitas Pandang
Kemiringan tribun, jarak ke arena, posisi railing, dan penempatan skybox dirancang untuk memastikan setiap kursi memiliki garis pandang yang baik. Analisis sightline menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman menonton yang nyaman, baik untuk pertandingan olahraga maupun acara lainnya.
Pada desain stadion modern, gambar potongan menjadi alat utama untuk menguji hubungan antara tribun, volume arena, struktur atap, layar, perangkat acara, dan titik fokus pengguna.
Desain Fasad Berpori untuk Kenyamanan dan Efisiensi Energi
.jpg)
Selubung Indonesia Arena tidak hanya membentuk karakter visual, tetapi juga mendukung kenyamanan dan efisiensi bangunan melalui strategi desain pasif.
1. Interpretasi Anyaman dalam Desain Fasad
Fasad terinspirasi dari anyaman bambu, besek, dan keranjang tradisional yang diwujudkan melalui panel logam berlubang. Panel dipasang berlapis pada rangka aluminium dengan sudut sekitar 75 derajat sehingga menciptakan bayangan, kedalaman, dan tampilan yang dinamis. Pendekatan ini menghadirkan identitas lokal dalam bentuk sistem fasad yang fungsional.
2. Mendukung Cahaya dan Sirkulasi Udara
Pori-pori pada fasad memungkinkan cahaya alami dan aliran udara masuk ke area podium serta sirkulasi, sehingga membantu mengurangi penggunaan pencahayaan dan pendinginan buatan. Dipadukan dengan orientasi dan desain bukaan yang tepat, strategi ini turut mendukung efisiensi energi dan pencapaian sertifikasi Green Building kelas Intermediate.
Desain Atap yang Mendukung Kinerja dan Karakter Stadion

Atap Indonesia Arena dirancang tidak hanya untuk menutup bangunan, tetapi juga mendukung bentang lebar, efisiensi konstruksi, dan kenyamanan jangka panjang.
1. Standing Seam untuk Bentang Lebar
Indonesia Arena menggunakan sistem Geas Zip Deck dengan panel COLORBOND® Steel warna Gull Grey yang diproduksi melalui roll forming di lokasi. Metode ini memungkinkan penggunaan panel panjang dengan sambungan yang lebih sedikit, sehingga menghasilkan tampilan atap yang rapi sekaligus mengakomodasi pergerakan termal. Perencanaan sistem atap juga mempertimbangkan drainase, utilitas, serta akses pemeliharaan sejak tahap desain.
2. Warna yang Mendukung Performa Atap
Warna Gull Grey memberikan tampilan netral yang selaras dengan kawasan GBK. Didukung teknologi Thermatech® dengan Solar Reflectance Index (SRI) 69, permukaan atap membantu mengurangi penyerapan panas matahari, sementara Clean Technology memudahkan proses pembersihan melalui air hujan atau perawatan berkala. Kombinasi warna dan teknologi ini mendukung kenyamanan sekaligus memperkuat karakter visual stadion.
Wujudkan Desain Stadion Modern yang Estetis dengan Material yang Tepat
Pemilihan produk perlu mengikuti bentang, kondisi lingkungan, metode pemasangan, dan ekspresi yang ingin dicapai.
COLORBOND® Steel telah dikembangkan BlueScope selama 60 tahun. Pilihan produknya mencakup Ultra dengan AZ200, XAL berbasis Aluminium Alloy 3105 H16, XPD dengan AZ150, XRW dengan AZ150, serta Matte berbasis AZ150 dengan tingkat kilap rendah sekitar 7 G.U. Sistemnya meliputi Thermatech®, Clean Technology, lapisan AZ150–AZ200, dan super polyester paint system.
Garansi korosi tersedia hingga 35 tahun dan garansi warna hingga 12 tahun sesuai syarat serta ketentuan. Untuk proyek arena, transportasi, dan fasilitas publik, pilihan produk infrastruktur dapat dibaca bersama kebutuhan struktur dan selubung. Sementara itu, referensi proyek infrastruktur memperlihatkan variasi penerapan pada skala serta konteks yang berbeda.
Indonesia Arena membuktikan bahwa desain stadion modern tercipta ketika tribun, struktur, fasad, atap, dan sirkulasi dikembangkan sebagai satu sistem. Pembahasan spesifikasi yang lebih sesuai dengan bentuk bangunan, lingkungan, serta metode konstruksi dapat dilanjutkan melalui diskusi teknis bersama tim COLORBOND® Steel.
FAQ tentang Indonesia Arena
Apa yang membuat Indonesia Arena bersifat multifungsi?
Tribun teleskopik, lantai utama yang fleksibel, serta podium berisi fasilitas pendukung memungkinkan arena digunakan untuk olahraga, konser, pameran, dan konferensi.
Mengapa space frame digunakan pada atap Indonesia Arena?
Space frame memungkinkan bentang sekitar 127 × 102 meter dengan lantai arena bebas kolom sekaligus menyediakan struktur bagi perangkat teknis di atas ruang utama.
Bagaimana fasad Indonesia Arena merespons iklim?
Panel berlubang membantu memasukkan udara dan cahaya alami ke area sirkulasi serta menciptakan lapisan bayangan pada selubung.
Apa fungsi sistem standing seam pada atap arena?
Sistem ini mendukung pemasangan lembaran panjang, mengurangi jumlah sambungan, serta mengakomodasi pergerakan termal pada bidang atap yang luas.
Mengapa analisis sightline penting pada arena?
Analisis sightline membantu memastikan setiap posisi duduk memperoleh pandangan yang jelas menuju lapangan, panggung, atau titik fokus acara.
Sumber Artikel
- Steel Architectural Award
- Referensi para finalis Steel Architectural Award 2024 dari website COLORBOND®
- Referensi Artikel related dari website COLORBOND® steel


