22 Sep 2026
Desain Gedung Forisa Satukan Bentang Lebar dan Atap Lengkung
Desain Gedung Forisa Satukan Bentang Lebar dan Atap Lengkung
Share:
Desain gedung industri perlu menyatukan kebutuhan produksi, penyimpanan, sirkulasi, struktur, dan kenyamanan ruang dalam satu sistem.
Pendekatan ini terlihat pada Forisa Food & Beverage di Ungaran, Jawa Tengah, yang menggabungkan area produksi, gudang, dan kantor di bawah bentang sekitar 60 meter dengan atap lengkung sebagai identitas utama.
Proyek rancangan Ar. Tulus Indranto Utomo, ST., IAI dari PT Joshie Arenco ini tercatat sebagai Karya Steel Architectural Awards Indonesia 2026 kategori Industrial.
Pendekatannya relevan dengan pembahasan ciri arsitektur tropis, terutama ketika ventilasi, selubung, dan bentuk atap ikut merespons kondisi lingkungan.
Strategi Desain Gedung untuk Produksi, Gudang, dan Kantor pada Forisa Food & Beverage

Tiga fungsi utama disatukan agar aktivitas operasional dapat berlangsung dalam hubungan ruang yang efisien.
1. Satu Massa untuk Tiga Fungsi Utama
Area produksi, gudang, dan kantor ditempatkan dalam satu massa. Kantor serta fasilitas karyawan berada dekat area produksi, sedangkan ruang kerja administratif disusun hingga tiga lantai untuk memanfaatkan volume bangunan.
Komposisi tersebut membuat desain gedung terbentuk dari kebutuhan fungsi, bukan sekadar gestur visual.
2. Alur Operasional sebagai Dasar Pembentukan Ruang
Sistem racking, jalur distribusi, dan kebutuhan produksi menentukan tinggi serta proporsi ruang. Hubungan antar fungsi dibuat lebih langsung agar pergerakan barang dan pekerja tetap terorganisasi.
Pendekatan serupa terhadap hubungan antara fungsi besar dan pembentukan massa dapat dibaca pada QBig BSD, meskipun digunakan pada tipologi bangunan yang berbeda.
Bentang 60 Meter untuk Ruang Industri yang Fleksibel
Bentang luas memberi keleluasaan bagi perubahan susunan produksi dan penyimpanan.
Forisa menggunakan pendekatan tapered beam pada kolom dan kuda-kuda. Dimensi elemen mengikuti kebutuhan gaya pada masing-masing bagian struktur sehingga bentang sekitar 60 meter dapat dicapai dengan sistem yang lebih terukur.
Keputusan struktural ini sekaligus mendukung karakter desain gedung yang mengutamakan ruang luas dan mudah dikonfigurasi.
Area dengan bentang luas mengurangi gangguan struktur di tengah ruang. Mesin produksi, jalur distribusi, maupun sistem racking kemudian memiliki fleksibilitas penataan yang lebih besar.
Bagi arsitek, kualitas ruang industrial seperti ini penting karena kebutuhan operasional dapat berubah seiring perkembangan proses produksi.
Atap Lengkung sebagai Identitas Desain Gedung Forisa Food & Beverage

Struktur bentang panjang diterjemahkan menjadi atap lengkung yang membentuk siluet utama bangunan.
Roll on Site untuk Bidang Atap Panjang
Radius kuda-kuda memungkinkan lembar penutup mengikuti kurva struktur. Dokumen proyek juga mencatat penggunaan metode roll on site sehingga panel panjang dapat diproduksi langsung di lokasi.
Pendekatan tersebut membantu menjaga kontinuitas bidang atap, sehingga kurva terbaca sebagai satu elemen arsitektur yang kuat.
Louvre dan Jack Roof dalam Strategi Ventilasi
Deretan louvre pada dinding menjadi jalur masuk udara, sedangkan jack roof pada bagian atas membantu pelepasan udara hangat dari ruang produksi dan gudang.
Atap akhirnya bekerja lebih jauh daripada membentuk siluet. Dalam desain gedung, geometri atap dan fasad juga ikut mendukung pola pergerakan udara.
Material BlueScope pada Selubung Forisa Food & Beverage
Sistem selubung menjadi bagian dari hubungan antara bentuk atap, kondisi ruang, dan konstruksi bangunan.
Forisa food & beverage menggunakan ZINCALUME® pada sistem atap dan selubung. Material dipadukan dengan bidang fasad abu-abu muda dan gelap untuk menciptakan ritme pada massa industrial.
COLORBOND® Steel merupakan material metal berlapis dari BlueScope yang dikembangkan untuk kebutuhan atap dan dinding. Pemilihannya dalam proyek industrial perlu dikaji bersama bentuk bangunan, profil, kemiringan, panjang bidang, detail sambungan, serta kondisi lingkungan.
Referensi produk untuk bangunan industrial dapat dibaca bersama pilihan warna standar ketika arsitek menyusun hubungan antara performa selubung dan ekspresi desain gedung.
COLORBOND® Steel tahun ini telah memasuki usia 60 tahun sebagai merek global material metal berlapis dari BlueScope yang terus dikembangkan menyesuaikan kebutuhan masa kini dan masa depan.
Forisa menunjukkan bahwa karakter arsitektur industrial dapat muncul langsung dari penyelesaian persoalan teknis.
Bentang 60 meter membuka fleksibilitas ruang, tapered beam mengikuti kebutuhan struktur, atap lengkung membangun identitas, sementara louvre dan jack roof menjadi bagian dari strategi ventilasi.
Beragam referensi proyek industrial juga memperlihatkan bagaimana struktur dan selubung dapat berkembang mengikuti fungsi bangunan.
Untuk melihat pendekatan serupa pada skala dan kebutuhan yang berbeda, King Koil Warehouse and Office menunjukkan bagaimana keterbatasan lahan dapat direspons melalui strategi vertikal yang mengintegrasikan fungsi gudang dan perkantoran.
Sementara itu, Euroasiatic memberikan referensi mengenai bagaimana kebutuhan industri dapat dipadukan dengan pendekatan desain yang lebih berkelanjutan.
Keduanya menunjukkan bagaimana tuntutan fungsi, keterbatasan tapak, dan kebutuhan operasional dapat menjadi generator dalam membentuk strategi serta ekspresi arsitektur.
Bagi arsitek, pelajaran utama desain gedung Forisa terletak pada koordinasi antara program, struktur, ventilasi, dan selubung sejak tahap awal. Kebutuhan sistem atap maupun material untuk proyek industrial dapat dibahas melalui konsultasi teknis proyek bersama tim COLORBOND® Steel.
FAQ
Siapa arsitek Forisa Food & Beverage?
Forisa Food & Beverage dirancang oleh Ar. Tulus Indranto Utomo, ST., IAI dari PT Joshie Arenco.
Di mana lokasi Forisa Food & Beverage?
Proyek berada di Ungaran, Jawa Tengah.
Mengapa bangunan menggunakan bentang sekitar 60 meter?
Bentang tersebut memberi ruang yang lebih fleksibel untuk produksi, jalur distribusi, serta sistem racking pada gudang.
Apa fungsi atap lengkung pada Forisa?
Atap lengkung membentuk identitas bangunan sekaligus mengikuti sistem struktur bentang luas dan mendukung konfigurasi ventilasi di bagian atas.
Bagaimana ventilasi alami diterapkan?
Udara masuk melalui deretan louvre pada dinding, kemudian udara hangat dibantu keluar melalui jack roof.
Material apa yang digunakan pada atap?
Dokumen proyek mencatat penggunaan ZINCALUME®. Namun, profil, ketebalan, dan coating mass belum disebutkan secara spesifik.
Sumber referensi :
- Steel Architectural Award 2026
- Referensi para finalis Steel Architectural Award 2026 dari website COLORBOND®
- Referensi Artikel related dari website COLORBOND® steel


