26 Aug 2026
Di Balik Euroasiatic, Ada Strategi Industri yang Lebih Hijau
Di Balik Euroasiatic, Ada Strategi Industri yang Lebih Hijau
Share:
Atap bangunan industri tidak dapat dirancang sebagai elemen penutup yang berdiri sendiri. Pada kawasan dengan fungsi kantor, gudang, fasilitas penunjang, dan jalur kendaraan operasional, sistem atap perlu dikembangkan bersama tata massa, struktur bentang lebar, pencahayaan, ventilasi, serta identitas korporat.
Pendekatan tersebut terlihat pada Euroasiatic di Taman Tekno BSD, Tangerang Selatan. Kompleks seluas 28.819 m² ini diajukan oleh Ar. M. Archica Danisworo, IAI bersama PDW atau PT Pandega Desain Weharima dan merupakan nominee nominee Steel Architectural Awards Indonesia 2026 kategori industrial.
Euroasiatic mengusung gagasan the new way of working. Kawasan industri tidak hanya berisi kantor dan gudang, tetapi juga dilengkapi taman, kafetaria, fasilitas olahraga, serta ruang bersama. Strategi ini menunjukkan bahwa produktivitas dapat berjalan berdampingan dengan kualitas ruang dan kenyamanan pengguna.
Pemahaman mengenai model atap untuk lingkungan industri yang menantang juga menegaskan bahwa bentuk, kemiringan, drainase, struktur, dan material perlu dirancang sesuai karakter lokasi serta aktivitas di bawahnya.
Euroasiatic dan Gagasan The New Way of Working

Konsep proyek diterjemahkan melalui hubungan yang seimbang antara kebutuhan operasional dan pengalaman pengguna.
1. Mengembangkan Kawasan Industri yang Berorientasi pada Pengguna
Euroasiatic tidak menempatkan pekerja hanya sebagai pengguna ruang produksi atau administrasi. Taman, atrium, kafetaria, dan fasilitas olahraga disusun sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Pendekatan ini membuat kawasan memiliki beberapa suasana kerja. Karyawan dapat berpindah dari ruang tertutup menuju area hijau, ruang komunal, atau fasilitas pendukung melalui jalur yang saling terhubung.
Bagi arsitek, strategi tersebut memperlihatkan bahwa perancangan atap bangunan industri perlu mempertimbangkan ruang di bawahnya. Area kantor, gudang, atrium, dan fasilitas bersama memiliki kebutuhan bentang, pencahayaan, serta kenyamanan yang berbeda.
2. Memadukan Fungsi Operasional dengan Fasilitas Pendukung
Kantor utama ditempatkan sebagai wajah korporat kawasan, sedangkan gudang berada pada zona yang memiliki akses kendaraan tersendiri. Di antara keduanya, taman dan fasilitas pendukung membentuk ruang peralihan.
Susunan ini menjaga kegiatan logistik tetap efisien sekaligus memberi ruang bagi interaksi karyawan. Kawasan tidak terbaca sebagai kumpulan massa yang terpisah, melainkan sebagai sistem kerja yang terhubung.
3. Pencapaian Platinum Green Building sebagai Bagian dari Strategi Proyek
Dokumen proyek mencatat bahwa Euroasiatic memperoleh sertifikat Platinum Green Building. Pencapaian tersebut berkaitan dengan pendekatan menyeluruh yang melibatkan orientasi massa, pencahayaan alami, ventilasi silang, vegetasi, fleksibilitas ruang, dan pemilihan sistem selubung.
Karena itu, strategi yang lebih hijau tidak bergantung pada satu produk atau teknologi. Kinerjanya terbentuk melalui koordinasi tapak, bangunan, lanskap, struktur, dan atap bangunan industri sejak tahap perencanaan.
Strategi Tata Massa dan Ruang Kerja yang Terhubung Lanskap

Tapak memanjang dari timur ke barat menjadi dasar pembentukan hierarki fungsi Euroasiatic.
1. Menyusun Hierarki Kantor, Taman, dan Gudang
Kantor utama berada di sisi barat sebagai area penerima dan representasi perusahaan. Bagian tengah menampung taman serta fasilitas penunjang, sementara gudang ditempatkan di sisi timur.
Urutan ini membentuk transisi dari zona yang lebih publik menuju area operasional. Taman di tengah menjadi pengikat visual dan fungsional yang membantu setiap massa tetap terbaca sebagai bagian dari satu kawasan.
2. Memisahkan Sirkulasi Publik, Karyawan, dan Kendaraan Operasional
Jalur kendaraan berat diarahkan menuju zona gudang sehingga tidak memotong area yang digunakan karyawan untuk berjalan, beristirahat, atau mengakses fasilitas bersama.
Pemisahan tersebut membantu meningkatkan keterbacaan tapak. Bagi arsitek, keputusan sirkulasi juga memengaruhi posisi kanopi, pintu masuk, area bongkar muat, radius kendaraan, dan bentang atap bangunan industri pada zona operasional.
3. Mengatur Orientasi Massa terhadap Matahari
Massa bangunan disusun memanjang pada arah timur–barat untuk membatasi bidang terpanjang yang menerima paparan matahari langsung. Orientasi ini kemudian dilengkapi dengan bukaan, teritis, kanopi, dan secondary skin.
Strategi serupa perlu dipertimbangkan ketika mengembangkan struktur ringan untuk desain atap industrial. Keputusan struktur dan bentuk atap perlu dibaca bersama orientasi, bentang, fungsi ruang, dan kondisi lingkungan proyek.
4. Mengintegrasikan Teritis, Kanopi, dan Secondary Skin
Teritis serta kanopi membentuk lapisan peneduh pada area transisi. Secondary skin digunakan pada bagian fasad yang lebih terbuka untuk menyaring cahaya sebelum mencapai ruang kerja.
Ketiga elemen tersebut membantu memperkuat kedalaman fasad. Bentuknya tidak hanya merespons kondisi iklim, tetapi juga membangun skala yang lebih dekat dengan pengguna di antara massa kantor dan gudang.
5. Menjadikan Atrium sebagai Pusat Cahaya, Udara, dan Orientasi
Atrium besar pada bangunan kantor membawa cahaya menuju bagian tengah denah. Ruang vertikalnya juga mendukung pergerakan udara sekaligus menjadi pusat orientasi bagi pengguna.
Susunan ruang di sekeliling atrium dapat dikembangkan mengikuti perubahan pola kerja. Hubungan visual tetap terjaga meskipun pembagian area kantor mengalami penyesuaian.
6. Menghubungkan Kantor, Kafetaria, dan Fasilitas Olahraga melalui Taman
Taman menjadi jalur hijau yang menghubungkan kantor dengan kafetaria, fasilitas olahraga, dan ruang pendukung. Vegetasi mengurangi dominasi permukaan keras serta menyediakan ruang jeda di tengah aktivitas kawasan.
Bersama kanopi dan teritis, lanskap membentuk area transisi yang dapat digunakan untuk sirkulasi maupun interaksi informal. Di sini, ruang hijau bekerja sebagai infrastruktur sosial, bukan sekadar pelengkap visual.
Integrasi Struktur, Fasad, dan Selubung untuk Fleksibilitas Kawasan Industri

Kantor dan gudang memiliki program berbeda, tetapi keduanya memerlukan sistem ruang yang dapat menyesuaikan perubahan kebutuhan.
1. Struktur Bentang Lebar untuk Ruang Gudang yang Fleksibel
Pada area gudang, struktur bentang lebar mengurangi jumlah elemen vertikal di tengah ruang. Konfigurasi tersebut memberi keleluasaan dalam menyusun rak, jalur perpindahan barang, dan area kerja.
Sistem atap bangunan industri perlu mengikuti logika bentang tersebut. Posisi tumpuan, kemiringan, panjang panel, talang, dan penetrasi harus dikoordinasikan agar tidak menghambat fungsi utama gudang.
2. Mendukung Pergerakan Barang dan Perubahan Konfigurasi Ruang
Kebutuhan penyimpanan dapat berubah mengikuti jenis barang dan skala kegiatan perusahaan. Ruang yang minim penghalang memberi peluang untuk mengatur ulang rak maupun jalur operasional.
Pada area kantor, prinsip bentang yang serupa membantu menciptakan ruang kerja terbuka. Pembagian dapat diubah ketika pola organisasi berkembang, sementara hubungan dengan atrium tetap dipertahankan.
3. Mengolah Solid, Void, dan Ritme Panel pada Fasad Gudang
Volume gudang yang panjang diolah melalui kombinasi panel tertutup dan bukaan. Komposisi solid serta void membantu memecah skala fasad sekaligus memasukkan cahaya alami ke area tertentu.
Ritme panel mengikuti modul konstruksi yang konsisten. Dengan begitu, panjang bidang tidak terasa monoton dan fasad memperoleh identitas yang tetap sesuai dengan karakter fasilitas industri.
4. Menyelaraskan Bukaan, Sambungan, dan Grid Konstruksi
Posisi sambungan, bukaan, dan pergantian warna dirancang melalui satu grid. Logika modular ini memudahkan koordinasi antara desain arsitektur, struktur pendukung, serta pemasangan panel.
COLORBOND® Steel merupakan material metal berlapis dari BlueScope yang dikembangkan untuk aplikasi atap dan dinding. Dalam konteks arsitektur industri, warna dan profilnya dapat menjadi bagian dari komposisi fasad sekaligus mendukung kebutuhan bidang berskala besar.
5. Membentuk Identitas melalui Sonata Blue, Steel Gull Grey, dan Lazurite Blue
Dokumen proyek menyebut Sonata Blue dan Steel Gull Grey pada bidang fasad. Perbedaan warna menciptakan ritme sekaligus membantu memecah panjang massa gudang.
Lazurite Blue digunakan pada bidang atap. Warna tersebut membuat susunan atap bangunan industri tetap terbaca sebagai bagian dari identitas kawasan, bukan hanya sebagai elemen utilitas di atas massa bangunan.
Pilihan warna perlu dipertimbangkan bersama luas bidang, orientasi, profil, dan material pendamping. Hal ini penting karena warna pada volume industri akan terbaca dari jarak yang lebih jauh dibandingkan bangunan berskala kecil.
6. Mengintegrasikan Thermatech®, Insulasi, Talang, dan Struktur Atap
Project summary menghubungkan warna Lazurite Blue dengan nilai reflektansi yang terukur serta teknologi Thermatech®. Sistem atap juga menggunakan insulasi aluminium foil sebagai bagian dari susunan lapisannya.
Thermatech® merupakan teknologi reflektansi matahari yang diterapkan pada sejumlah warna COLORBOND® Steel. Dalam perancangan, teknologi ini tetap perlu dibaca bersama orientasi, ventilasi, insulasi, bentuk atap, dan kondisi ruang di bawahnya.
Perbandingan pendekatan bentang dan selubung dapat ditemukan pada dua proyek Steel Architectural Award 2024:
- Indonesia Arena, yang memperlihatkan koordinasi atap berskala besar dengan struktur bentang lebar; serta
- Mayora Head Office Canteen, yang mengolah struktur dan atap sebagai bagian dari pengalaman ruang komunal. Keduanya menunjukkan bahwa sistem penutup perlu berkembang bersama fungsi dan karakter arsitektur.
COLORBOND® Steel dan Sistem LYSAGHT® pada Euroasiatic

Produk pada Euroasiatic digunakan untuk menyatukan kebutuhan bidang atap, dinding, dan ekspresi visual kawasan.
Pada bidang dinding, proyek menggunakan LYSAGHT® TRIMDEK® OPTIMA dengan COLORBOND® HI-TEN G550 dengan ketebalan 0,40 mm BMT dan 0,45 mm TCT. Profil modularnya membantu menjaga ritme panel serta hubungan antara sambungan, bukaan, dan pembagian warna.
Sementara itu, atap bangunan industri pada area kantor dan gudang menggunakan LYSAGHT® KLIP-LOK® OPTIMA 0,45 mm TCT dengan COLORBOND® HI-TEN G550.
Penerapannya memerlukan koordinasi panjang panel, arah pemasangan, kemiringan, penetrasi, posisi talang, struktur penyangga, serta susunan insulasi. Dengan demikian, material tidak berhenti sebagai penyelesaian akhir, tetapi menjadi bagian dari sistem teknis dan bahasa arsitektur.
Beragam referensi bangunan industri memperlihatkan pendekatan berbeda dalam mengolah struktur, fasad, dan atap. Informasi produk untuk sektor industri dapat dipelajari bersama pilihan warna standar ketika arsitek menyusun spesifikasi awal proyek.
COLORBOND® Steel tahun ini telah memasuki usia 60 tahun sebagai merek global material metal berlapis dari BlueScope yang terus dikembangkan menyesuaikan kebutuhan masa kini dan masa depan.
Euroasiatic membuktikan bahwa kawasan industri yang lebih hijau dapat dibentuk melalui keputusan yang saling terhubung. Hierarki massa menjaga operasional, taman mendukung pengguna, atrium membawa cahaya dan udara, sedangkan struktur serta atap bangunan industri mempertahankan fleksibilitas ruang.
Kebutuhan profil, warna, bentang, detail talang, dan sistem insulasi untuk proyek sejenis dapat dibahas melalui konsultasi teknis proyek bersama tim COLORBOND® Steel.
FAQ
Siapa arsitek Euroasiatic?
Euroasiatic dirancang oleh Ar. M. Archica Danisworo, IAI bersama PDW atau PT Pandega Desain Weharima.
Di mana lokasi Euroasiatic?
Proyek berada di Taman Tekno BSD, Setu, Tangerang Selatan, dan mulai digunakan pada 2019.
Apa konsep utama Euroasiatic?
Konsepnya adalah the new way of working, yaitu kawasan industri yang menggabungkan kantor, gudang, ruang hijau, fasilitas olahraga, kafetaria, dan ruang bersama.
Apa fungsi taman di tengah kawasan?
Taman menghubungkan setiap massa, menyediakan ruang jeda bagi pengguna, serta membentuk jalur perpindahan antara kantor dan fasilitas penunjang.
Mengapa struktur bentang lebar digunakan?
Struktur bentang lebar mengurangi elemen vertikal di tengah ruang sehingga area gudang dan kantor lebih mudah disesuaikan dengan perubahan kebutuhan.
Apa fungsi atrium pada bangunan kantor?
Atrium membawa cahaya menuju bagian tengah, membantu pergerakan udara, membentuk orientasi, dan menjaga hubungan visual antarruang.
Produk apa yang digunakan pada fasad Euroasiatic?
Bidang dinding menggunakan LYSAGHT® TRIMDEK® OPTIMA dengan COLORBOND® HI-TEN G550 dalam warna Sonata Blue dan Steel Gull Grey.
Produk apa yang digunakan pada atap bangunan industri Euroasiatic?
Bidang atap menggunakan LYSAGHT® KLIP-LOK® OPTIMA 0,45 mm TCT dengan COLORBOND® HI-TEN G550. Warna Lazurite Blue digunakan sebagai bagian dari identitas visual kawasan.
Bagaimana Euroasiatic menerapkan strategi yang lebih hijau?
Strateginya mencakup orientasi massa, atrium, ventilasi silang, vegetasi, ruang hijau, struktur fleksibel, insulasi aluminium foil, dan koordinasi sistem selubung.
Sumber Referensi:
- Referensi para finalis Steel Architectural Award 2024 dari website COLORBOND®
- Referensi Artikel related dari website COLORBOND® steel


