31 Oct 2023
Mengulas Arsitektur Bandara Modern melalui Desain Atap Soekarno Hatta Terminal 3
Mengulas Arsitektur Bandara Modern melalui Desain Atap Soekarno Hatta Terminal 3
Share:
Sebagai salah satu gerbang utama transportasi udara di Indonesia, International Airport Soekarno Hatta Terminal 3 menunjukkan bagaimana arsitektur bandara modern mampu menggabungkan efisiensi ruang, identitas visual, dan kebutuhan operasional dalam satu kesatuan desain.
Salah satu elemen yang paling menentukan adalah sistem atap, yang dirancang untuk menaungi area luas sekaligus membentuk karakter bangunan.
Pendekatan serupa juga dapat ditemukan pada terminal bandara dengan karakter arsitektur yang ikonik, Bandar Raja Haji Fisabilillah , di mana desain atap menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman ruang bagi pengguna.
Desain Atap Terminal sebagai Identitas Arsitektur Modern

Pada bangunan bandara, atap tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga menjadi elemen yang membentuk citra arsitektur. Bentuk, proporsi, dan material atap berperan dalam menciptakan bangunan yang mudah dikenali sekaligus mendukung kebutuhan operasional dengan volume ruang yang besar.
Bangunan Bentang Lebar untuk Ruang yang Fleksibel

Terminal 3 mengadopsi konsep bangunan bentang lebar untuk menghadirkan area bebas kolom yang mendukung kelancaran sirkulasi penumpang.
Pendekatan ini memberikan keleluasaan bagi arsitek dalam mengatur ruang tunggu, area keberangkatan, hingga jalur pergerakan pengguna agar tetap nyaman dan efisien.
Konsep serupa juga diterapkan pada terminal bandara yang mengoptimalkan ruang dan struktur, sehingga sistem atap menjadi bagian penting dalam mendukung performa bangunan.
Arsitektur Modern pada Infrastruktur Penerbangan

Bandara modern dirancang untuk menjawab kebutuhan kapasitas, efisiensi, dan pengalaman pengguna secara bersamaan. Karena itu, setiap elemen bangunan, mulai dari struktur, fasad, hingga sistem atap, dirancang sebagai satu kesatuan yang saling mendukung.
Sejak tahap konsep, arsitek umumnya mengevaluasi material untuk aplikasi bangunan infrastruktur agar sesuai dengan kebutuhan desain, metode konstruksi, dan fungsi bangunan.
Terminal 3 Soekarno-Hatta dirancang dengan mengusung konsep Eco-Airport, sebuah pendekatan yang mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam desain dan operasional bandara. Konsep lanskapnya mengadopsi tema Tropical Rainforest, dengan pepohonan yang berfungsi membantu menyerap polutan, memberikan keteduhan, dan mengurangi dampak panas matahari terhadap bangunan. (Sumber: IPB Repository)
Pendekatan tersebut juga dapat ditemukan pada berbagai referensi proyek infrastruktur modern, yang memperlihatkan bagaimana material menjadi bagian dari strategi desain pada fasilitas publik berskala besar.
Ingin melihat inspirasi lain desain proyek infrastruktur modern lain dari para finalis dan pemenang Steel Architectural Award 2024? Kunjungi halaman COLORBOND® untuk melihat berbagai proyek terpilih yang bisa menjadi referensi desain bangunan Anda.
Solusi Material untuk Arsitektur Bandara Modern

Keberhasilan arsitektur bandara modern tidak hanya ditentukan oleh bentuk bangunan, tetapi juga oleh material yang mendukung kebutuhan desain dan fungsi.
Pada proyek International Airport Soekarno Hatta Terminal 3, penggunaan COLORBOND® Gull Grey dan sistem LYSAGHT® KLIP-LOK® OPTIMA menjadi bagian dari solusi untuk mewujudkan desain atap terminal yang mampu mengikuti kebutuhan bangunan bentang lebar sekaligus menghadirkan tampilan modern.
Warna Gull Grey memberikan tampilan modern yang selaras dengan karakter arsitektur modern, sementara sistem profil atap mendukung proses konstruksi dan performa bangunan.
Material untuk aplikasi infrastruktur perlu dipertimbangkan sejak tahap perencanaan agar selaras dengan konsep arsitektur, kebutuhan operasional, dan karakter bangunan yang ingin diwujudkan.
Setiap proyek infrastruktur memiliki kebutuhan desain dan teknis yang berbeda. Konsultasi mengenai pemilihan material untuk proyek infrastruktur dengan tim COLORBOND® Steel untuk membantu menentukan solusi yang sesuai dengan konsep arsitektur, sistem atap, dan fungsi bangunan.
FAQ
Apa yang dimaksud dengan arsitektur bandara modern?
Arsitektur bandara modern merupakan pendekatan desain yang mengutamakan efisiensi sirkulasi, kenyamanan pengguna, serta integrasi antara struktur, atap, fasad, dan teknologi bangunan.
Mengapa terminal bandara menggunakan bangunan bentang lebar?
Bangunan bentang lebar memungkinkan terciptanya ruang bebas kolom sehingga area terminal menjadi lebih fleksibel untuk mengakomodasi pergerakan penumpang dan berbagai fungsi operasional.
Mengapa desain atap penting pada terminal bandara?
Desain atap berperan dalam membentuk identitas visual bangunan sekaligus mendukung kebutuhan struktur, kenyamanan ruang, dan efisiensi operasional pada fasilitas penerbangan.
Referensi:
- Referensi para finalis Steel Architectural Award 2024 dari website COLORBOND®
- International Airport Raja Haji Fisabilillah
- Jakarta International Stadium
- Indonesia Arena
- Loyola Student Center
- Referensi Artikel related dari website COLORBOND® steel
- Berita:


