M-Town Skybridge Ubah JPO Jadi Landmark Urban Serpong

11 Sep 2026

M-Town Skybridge Ubah JPO Jadi Landmark Urban Serpong

Share:

Dalam konteks arsitektur kota, jembatan pedestrian tidak hanya berfungsi menghubungkan dua titik. Infrastruktur ini juga dapat membentuk pengalaman berjalan, orientasi, dan identitas kawasan. 

Pendekatan tersebut terlihat pada desain JPO modern M-Town Skybridge Summarecon Serpong yang menghubungkan kawasan hunian M-Town dengan Summarecon Mall Serpong yang tercatat sebagai karya Steel Architectural Awards Indonesia 2026 kategori Lasting Beauty of COLORBOND® Steel.

Proyek rancangan Achmad D. Tardiyana bersama Urbane Indonesia ini selesai pada 2019 dengan panjang sekitar 103 meter dan berada kurang lebih 7 meter di atas jalan. 

Karakter visualnya juga relevan dengan pembahasan arsitektur kontemporer, terutama ketika struktur dan selubung menjadi bagian utama dari ekspresi bangunan.

 

Konsep Rantai dalam Desain JPO Summarecon Serpong

COLORBOND®JPO Sumerocon (1).jpg

Konsep dasar skybridge berangkat dari simbol konektivitas yang kemudian diterjemahkan melalui struktur sebagai elemen utama.

Modul Tubular Berulang sebagai Identitas

Gagasan chain atau rantai diterapkan melalui rangkaian frame tubular berbentuk lingkaran yang berulang sepanjang jalur. Dari luar, susunan tersebut menciptakan siluet yang mudah dikenali.

Bagi arsitektur kota, pengulangan modul ini membuat jembatan memiliki kehadiran visual yang kuat di antara bangunan dan jalan raya.

Struktur sebagai Bahasa Arsitektur

Rangka tubular tidak disembunyikan di balik selubung. Struktur justru menjadi bahasa utama desain JPO modern, membentuk ritme visual yang mengarahkan pandangan pengguna sepanjang perjalanan.

Pendekatan ini memiliki kedekatan dengan prinsip arsitektur dekonstruksi, ketika struktur dan geometri dapat menjadi bagian aktif dari ekspresi visual.

 

Desain JPO Modern yang Terbuka dan Responsif Iklim

Meskipun berbentuk seperti tabung, ruang pedestrian tetap memiliki hubungan dengan kondisi di sekitarnya.

Cahaya dan Ventilasi sebagai Bagian dari Pengalaman

Jarak antar frame serta kulit berpori memungkinkan cahaya dan udara bergerak melalui jembatan. Pengguna juga tetap memperoleh hubungan visual dengan lingkungan urban di bawah dan sekitarnya.

Strategi ini membuat desain JPO modern bekerja sebagai ruang transisi yang terbuka, bukan sekadar koridor penghubung.

Polycarbonate pada Bidang Atas

Sebagian bidang atas menggunakan solid polycarbonate flat sheet. Material transparan membantu memberi perlindungan pada jalur pedestrian sambil tetap memasukkan cahaya alami.

Kombinasi bidang transparan dan kulit berpori membuat struktur tubular tetap terbaca dari dalam maupun luar.

 

Struktur Ringan untuk Bentang 103 Meter

D6oCgEaUYAEXWA_.jpg

Panjang jembatan menuntut sistem yang efisien sekaligus tetap ringan secara visual. BlueScope steel menjadi bagian dari sistem material dengan pertimbangan rasio kekuatan terhadap berat, kemampuan prefabrikasi, serta ketepatan konstruksi.

Pendekatan modular memungkinkan komponen direncanakan bersama proses fabrikasi. Bagi arsitektur kota, strategi ini penting karena konstruksi jembatan berlangsung di atas koridor jalan yang tetap memiliki aktivitas tinggi.

Koordinasi Struktur, Selubung, dan Pencahayaan

Principal section memperlihatkan kombinasi pipa struktur, elemen WF, checker plate, railing perforasi, dan material berlapis zinc-aluminium.

Seluruh komponen perlu bekerja dalam modul yang sama agar struktur, kulit jembatan, lantai, dan pencahayaan memiliki ritme yang konsisten.

 

Material BlueScope pada M-Town Skybridge

ChatGPT Image Sep 2, 2026, 02_50_23 AM.png

Pemilihan material pada bagian selubung menjadi salah satu elemen penting dalam membentuk karakter visual M-Town Skybridge. Material yang digunakan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung struktur, tetapi juga membantu menciptakan tampilan jembatan yang utuh dan menyatu dari satu sisi ke sisi lainnya.

Pada JPO Summarecon Serpong, ZINCALUME® dari BlueScope digunakan sebagai bagian dari sistem selubung jembatan. Penggunaan material tersebut mendukung konsep desain yang menempatkan jembatan sebagai satu kesatuan struktur yang kontinu. Permukaan selubung yang menyatu membantu menghasilkan tampilan yang lebih konsisten, sekaligus memperkuat kesan modern pada bangunan penghubung ini.

Dengan pendekatan tersebut, elemen struktur dan selubung tidak terlihat sebagai bagian yang berdiri sendiri, melainkan membentuk satu komposisi arsitektural yang saling terintegrasi. Pemilihan material ZINCALUME® juga menjadi bagian dari strategi desain untuk menghasilkan ekspresi jembatan yang selaras dengan lingkungan kawasan dan identitas arsitektur modern Summarecon Serpong.

Beragam referensi material untuk infrastruktur dapat digunakan sebagai konteks ketika arsitek mengembangkan selubung, sementara pilihan warna arsitektural membantu membaca hubungan warna dengan struktur serta lingkungan urban.

COLORBOND® Steel merupakan material metal berlapis dari BlueScope untuk aplikasi atap dan dinding. Pada proyek infrastruktur, pemilihannya perlu dikembangkan bersama profil, modul struktur, orientasi panel, kondisi lingkungan, dan kebutuhan detail.

COLORBOND® Steel tahun ini telah memasuki usia 60 tahun sebagai merek global material metal berlapis dari BlueScope yang terus dikembangkan menyesuaikan kebutuhan masa kini dan masa depan.

 

Pencahayaan Malam Memperkuat Identitas JPO Modern

COLORBOND® JPO Summerecon (1).jpg

Pada malam hari, karakter M-Town Skybridge berubah melalui lampu yang menyala mengikuti ritme frame tubular.

Garis cahaya mempertegas bentuk rantai sekaligus membuat jembatan terbaca sebagai elemen arsitektur kota pada skala kawasan. Struktur yang pada siang hari membentuk bayangan kemudian berubah menjadi perangkat visual pada malam hari.

Integrasi ini membuat pencahayaan tidak diperlakukan sebagai tambahan dekoratif, tetapi sebagai kelanjutan dari geometri desain JPO modern.

M-Town Skybridge menunjukkan bahwa infrastruktur pedestrian dapat menjadi bagian aktif dari pembentukan ruang kota.

Konsep rantai membentuk identitas, modul tubular menghasilkan ritme, dan keterbukaan selubung menjaga hubungan pengguna dengan lingkungan. Beragam referensi proyek infrastruktur juga memperlihatkan bagaimana struktur serta material dapat membangun karakter publik pada skala berbeda. 

Salah satunya adalah JPO Sudirman, yang menunjukkan bagaimana penggunaan baja COLORBOND® dapat memperkuat tampilan visual sekaligus karakter sebuah fasilitas penyeberangan di kawasan perkotaan. 

Pelajaran utama M-Town Skybridge terletak pada penyatuan fungsi pedestrian, struktur, ventilasi, material, dan cahaya dalam satu sistem. Dari pendekatan tersebut, desain JPO modern dapat berkembang dari fasilitas penyeberangan menjadi bagian yang mudah dikenali dalam lanskap urban. 

Kebutuhan sistem selubung maupun material untuk proyek infrastruktur dapat dibahas melalui konsultasi teknis proyek bersama tim COLORBOND® Steel.

 

FAQ

Siapa arsitek M-Town Skybridge Summarecon Serpong?

Project board mencantumkan Achmad D. Tardiyana, sementara proyek dikembangkan bersama Urbane Indonesia.

Berapa panjang M-Town Skybridge?

Panjang jembatan sekitar 103 meter dan berada kurang lebih 7 meter di atas permukaan jalan.

Apa konsep desain M-Town Skybridge?

Konsepnya terinspirasi rantai atau chain, yang diterjemahkan menjadi rangkaian frame tubular berulang.

Apa fungsi M-Town Skybridge?

Skybridge menghubungkan kawasan Serpong M-Town dengan Summarecon Mall Serpong sekaligus menjadi bagian dari infrastruktur pedestrian kawasan.

Bagaimana ventilasi diterapkan pada skybridge?

Jarak antar frame, kulit berpori, dan bukaan memungkinkan udara bergerak serta cahaya alami masuk ke jalur pedestrian.

Material BlueScope apa yang tercatat pada proyek?

Detail project board mencantumkan ZINCALUME pada sistem selubung. Ketebalan, coating mass, grade, dan profil spesifik belum disebutkan.

 

Sumber Reference : 

  1. Steel Architectural Award 2026
  2. Referensi Artikel related dari website COLORBOND® steel
  1. Skybridge Serpong M-Town - Summarecon Serpong