Saat Bangunan Panggung Menjadi Infrastruktur Sosial Desa Binaan Tampelas

26 Aug 2026

Saat Bangunan Panggung Menjadi Infrastruktur Sosial Desa Binaan Tampelas

Share:

Arsitektur berkelanjutan di kawasan rawan banjir perlu dimulai dari pemahaman terhadap air, akses warga, kebiasaan bermukim, dan kemampuan masyarakat mengelola fasilitas. Bangunan tidak cukup hanya berdiri lebih tinggi dari permukaan tanah, tetapi juga perlu menjaga kegiatan sosial dan ekonomi tetap berjalan ketika kondisi lingkungan berubah.

Pendekatan tersebut diterapkan pada Desa Binaan Tampelas di Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Proyek rancangan Ar. Prasetyoadi, IAI bersama PDW atau PT Pandega Desain Weharima ini tercatat sebagai nominee Steel Architectural Awards Indonesia 2026 kategori Industrial.

 yang juga merupakan nominee Steel Architectural Awards Indonesia 2026 kategori infrastruktur.

Proyek ini tidak disusun sebagai satu bangunan tunggal. Ruang komunal, rumah produksi, fasilitas sanitasi, sistem energi, pengelolaan air, kebun produktif, dan jalur panggung dirangkai sebagai satu ekosistem. 

Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip arsitektur hijau, yang menekankan keterpaduan antara bangunan, lingkungan, dan kebutuhan pengguna melalui desain yang responsif terhadap iklim, pemanfaatan sumber daya secara efisien, serta hubungan yang harmonis dengan tapaknya. 

 

Mengenal Desa Binaan Tampelas

Rancangan Desa Tampelas berangkat dari kebutuhan nyata warga, mulai dari ancaman banjir, keterbatasan fasilitas umum, hingga akses listrik dan air bersih.

1. Arsitektur yang Berangkat dari Kebutuhan Warga

Warga dilibatkan melalui diskusi, pembacaan peta, dan penyusunan model. Proses ini membantu arsitek merancang ruang belajar, tempat mitigasi, area bercocok tanam, serta akomodasi bagi guru atau pendamping sesuai kebiasaan masyarakat.

2. Ruang Komunal sebagai Pusat Kegiatan Desa

Bangunan komunal menampung ruang belajar, dapur bersama, fasilitas kesehatan, ruang produksi, dan aula serbaguna. Aula juga dapat digunakan sebagai tempat mitigasi saat banjir, sehingga satu ruang mampu mendukung kegiatan sosial sekaligus kebutuhan darurat.

 

Arsitektur Panggung sebagai Respons terhadap Banjir

ChatGPT Image Aug 6, 2026, 12_59_12 AM.png

Sistem panggung dipilih agar bangunan dan sirkulasi tetap dapat digunakan ketika kondisi permukaan tanah berubah.

1. Titian sebagai Penghubung Utama Kawasan

Setiap massa dihubungkan oleh titian yang diangkat dari permukaan tanah. Berdasarkan materi proyek, elevasinya dirancang berada di atas catatan banjir tahunan tertinggi yang digunakan dalam proses perancangan.

Titian tidak hanya berfungsi sebagai jalur perpindahan. Elemen ini menjadi tulang punggung kawasan yang menghubungkan bangunan komunal, fasilitas produksi, kebun, utilitas, dan lingkungan permukiman.

Strategi tersebut membantu kegiatan desa tetap berlangsung saat tanah tergenang. Jalur panggung juga mengurangi kebutuhan untuk mengubah kontur maupun pola aliran air secara besar-besaran.

2. Klaster Bangunan dengan Atap Miring

Bangunan disusun sebagai beberapa volume beratap miring. Ukuran setiap massa menyesuaikan fungsi, sementara arah bubungan dan kemiringan atap membentuk kesatuan visual.

Susunan klaster menjaga skala proyek tetap dekat dengan karakter desa. Celah antarmassa menghadirkan ruang transisi, membawa cahaya ke bagian dalam, serta mendukung pergerakan udara.

Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana prinsip desain yang responsif terhadap iklim dan kondisi tapak masih menjadi bagian dari ciri khas arsitektur Nusantara, yang berkembang sesuai karakter lingkungan dan kebutuhan masyarakat. 

2. Teritis Lebar untuk Melindungi Ruang

Teritis yang lebar membentuk perlindungan bagi bukaan, fasad kayu, dan jalur sirkulasi. Kedalamannya menciptakan ruang peralihan antara interior dengan lingkungan luar.

Bagi arsitek, teritis perlu dikembangkan bersama kemiringan atap, arah hujan, posisi talang, modul struktur, dan jalur titian. Pada arsitektur berkelanjutan, elemen sederhana seperti teritis dapat memberi kontribusi besar terhadap kualitas ruang serta penggunaan bangunan sehari-hari.

 

Perancangan Desa Berbasis Partisipasi Masyarakat

ChatGPT Image Aug 6, 2026, 01_02_53 AM.png

Keterlibatan masyarakat menjadi cara untuk memastikan program ruang sesuai dengan kebiasaan dan kapasitas pengelolaan setempat.

1. Warga Terlibat dalam Penyusunan Program

Warga berperan dalam mengidentifikasi persoalan, menentukan prioritas, serta menyampaikan kegiatan yang perlu ditampung. Proses tersebut memberi arsitek informasi mengenai pola berkumpul, kegiatan ekonomi, kebutuhan belajar, dan cara masyarakat menghadapi banjir.

Partisipasi juga membantu membangun rasa memiliki. Ketika warga memahami alasan di balik bentuk, fungsi, dan sistem bangunan, fasilitas berpeluang lebih mudah dirawat dan digunakan secara konsisten.

2. Arsitektur yang Menyesuaikan Aktivitas dan Kebiasaan

Program tidak dipaksakan ke dalam satu massa besar. Setiap fungsi ditempatkan pada klaster yang saling terhubung sehingga pengelolaannya dapat dilakukan secara bertahap.

Pendekatan ini memungkinkan arsitektur berkelanjutan berkembang bersama perubahan kebutuhan desa. Ruang serbaguna dapat menerima kegiatan baru, rumah produksi dapat menyesuaikan skala usaha, dan area kebun dapat dikembangkan berdasarkan kemampuan warga.

 

Material Lokal dan Sistem Konstruksi

Material serta metode pembangunan dipilih dengan mempertimbangkan kondisi tapak, keterampilan pekerja, dan proses distribusi komponen.

1. Struktur Kayu yang Mudah Dibaca

Rangka kayu digunakan pada kolom, balok, dinding, dan struktur atap. Susunannya terlihat jelas sehingga hubungan antara elemen konstruksi dan ruang mudah dipahami.

Ekspresi ini membuat bangunan terasa dekat dengan konteks lokal. Struktur tidak disembunyikan seluruhnya, tetapi hadir sebagai bagian dari karakter interior dan fasad.

2. Modul Konstruksi yang Melibatkan Pekerja Lokal

Komponen disusun melalui modul berulang agar proses pembangunan dapat melibatkan tenaga setempat. Ukuran elemen, titik sambungan, jalur pengangkutan, dan tahapan perakitan disesuaikan dengan lingkungan berair.

Pendekatan konstruksi tersebut menjadi bagian dari arsitektur berkelanjutan karena pengetahuan dan kemampuan membangun tidak hanya berada pada tim perancang. Warga serta pekerja lokal turut memahami sistem yang digunakan..

3. Fasad Kayu untuk Cahaya dan Sirkulasi Udara

Fasad menggunakan bilah serta panel kayu dengan tingkat keterbukaan berbeda. Susunan ini menyaring cahaya sekaligus menjaga hubungan visual dan pergerakan udara.

Perbedaan jarak antarbilah juga memberi kedalaman pada tampilan bangunan. Fasad tidak hanya menjadi batas ruang, tetapi bekerja sebagai lapisan yang mengatur atmosfer interior.

 

Utilitas sebagai Bagian dari Arsitektur

Sistem energi, air, limbah, dan produksi dimasukkan ke dalam masterplan sejak tahap perancangan.

1. Panel Surya untuk Mendukung Kebutuhan Energi

Panel surya ditempatkan pada atap bangunan serta struktur peneduh di area kebun. Energi yang dihasilkan diarahkan menuju rumah baterai sebelum didistribusikan ke fasilitas dan permukiman.

Posisi panel perlu mempertimbangkan orientasi, kemiringan, bayangan bangunan, akses pemeriksaan, dan hubungan dengan sistem atap. Dengan demikian, teknologi energi menjadi bagian dari komposisi arsitektur.

2. Atap sebagai Penangkap Air Hujan

Bidang atap juga digunakan untuk mengumpulkan air hujan. Air diarahkan melalui talang menuju bak penampungan yang terintegrasi dengan susunan kawasan.

Strategi ini membuat kemiringan, luas bidang, arah aliran, dan posisi talang mempunyai fungsi langsung terhadap pengelolaan sumber daya. Atap tidak hanya membentuk siluet, tetapi ikut mendukung kebutuhan dasar warga.

3. Pengolahan Limbah dan Kebun Produktif

Masterplan mencakup pengolahan sampah, rumah komposter, toilet publik, dan sistem filtrasi air limbah berbasis tanaman. Area di bawah panel surya dimanfaatkan sebagai kebun produktif.

Satu elemen akhirnya dapat menjalankan beberapa fungsi, yaitu menghasilkan energi, memberi naungan, dan mendukung kegiatan bercocok tanam. Prinsip ini memperkuat hubungan antara arsitektur berkelanjutan, utilitas, dan ekonomi lokal.

4. Rumah Produksi untuk Mendukung Ekonomi Warga

Kawasan dilengkapi rumah produksi albumin berbahan dasar ikan gabus. Fasilitas tersebut memberi ruang bagi kegiatan ekonomi yang dapat dikelola bersama masyarakat.

Rumah produksi ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem desa, bukan bangunan yang terpisah dari kegiatan sosial. Hubungannya dengan ruang komunal, utilitas, dan titian membantu membentuk alur produksi yang lebih mudah dijalankan.

Dalam konteks yang berbeda, hubungan antara desain, ruang, dan aktivitas pengguna juga terlihat pada terlihat pada dua proyek Steel Architectural Award 2024: 

  1. Loyola Student Center, yang menunjukkan bagaimana tata ruang, sirkulasi, dan lingkungan belajar dirancang untuk mendukung interaksi serta kolaborasi; serta
  2. Rumah Emak, yang mengolah bentuk atap, pencahayaan alami, dan hubungan antarruang untuk menciptakan hunian yang nyaman sekaligus responsif terhadap iklim tropis.

 

Penggunaan LYSAGHT® TRATAS® pada Desa Tampelas

ChatGPT Image Aug 6, 2026, 01_07_47 AM.png

Pemilihan atap perlu mendukung sistem panggung, metode konstruksi lokal, dan fungsi utilitas yang ditempatkan pada bidang atas bangunan.

Materi proyek menunjukkan penggunaan LYSAGHT® TRATAS® warna Hitam Rokan pada bidang atap tertentu. Sistem tersebut dilengkapi insulasi bubble foil 4 mm. Profil bergaris mengikuti kemiringan bidang dan menciptakan ritme yang menyatukan klaster bangunan.

Warna gelap membentuk kontras dengan rangka serta fasad kayu. Dari sudut pandang arsitektur, kombinasi ini memperjelas perbedaan antara struktur, bidang penutup, dan bukaan.

Penerapan atap perlu mengoordinasikan panjang panel, arah pemasangan, bubungan, tepian, talang, penetrasi panel surya, dan lapisan insulasi. Pertemuan dengan rangka kayu juga perlu dirinci agar proporsi serta garis bidang tetap konsisten.

Beragam referensi proyek infrastruktur dapat membantu arsitek membaca hubungan antara material, bentang, fungsi publik, dan kondisi lingkungan. Informasi produk untuk bangunan infrastruktur dapat dipelajari bersama pilihan warna standar ketika menyusun alternatif spesifikasi.

Desa Binaan Tampelas memperlihatkan bahwa arsitektur berkelanjutan dapat bekerja sebagai infrastruktur sosial. Bangunan panggung merespons air, titian menjaga konektivitas, ruang komunal mendukung mitigasi, sementara sistem energi, pengelolaan air, limbah, dan produksi memperkuat kehidupan warga.

Kebutuhan profil, warna, sistem insulasi, serta detail pertemuan atap pada proyek infrastruktur dapat dibahas melalui konsultasi teknis proyek bersama tim COLORBOND® Steel.

 

FAQ

Siapa arsitek Desa Binaan Tampelas?

Proyek ini dirancang oleh Ar. Prasetyoadi, IAI bersama PDW atau PT Pandega Desain Weharima.

Di mana lokasi Desa Binaan Tampelas?

Proyek berada di Desa Tampelas, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Mengapa bangunan menggunakan sistem panggung?

Sistem panggung merespons kondisi tapak yang dipengaruhi banjir dan pergerakan air, sekaligus menjaga ruang serta jalur sirkulasi tetap dapat digunakan.

Apa fungsi bangunan komunal?

Bangunan komunal menampung ruang belajar, dapur bersama, fasilitas kesehatan dasar, ruang produksi, aula serbaguna, dan ruang mitigasi.

Bagaimana prinsip arsitektur berkelanjutan diterapkan?

Prinsipnya diterapkan melalui bangunan panggung, partisipasi warga, ventilasi alami, energi surya, penampungan air hujan, pengolahan limbah, kebun produktif, dan penggunaan modul konstruksi.

Apa fungsi titian di Desa Tampelas?

Titian menjadi jalur utama yang menghubungkan bangunan komunal, rumah produksi, fasilitas utilitas, kebun, dan permukiman.

Produk apa yang digunakan pada bagian atap?

Materi proyek menampilkan LYSAGHT® TRATAS® warna Hitam Rokan dengan insulasi bubble foil 4 mm pada bidang atap yang dirinci.

Apakah spesifikasi ketebalan panel telah tersedia?

Belum. Dokumen yang tersedia belum mencantumkan ketebalan, varian coating, pemasok, dan luas penerapan produk.

 

Sumber Referensi:

  1. Referensi para finalis Steel Architectural Award 2024 dari website COLORBOND® 
  1. Referensi Artikel related dari website COLORBOND® steel